Ketua PCNU Pamekasan, KH Taufik Hasyim, menyampaikan materi di Sarasehan dan Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, KH Taufik Hasyim mengimbau masyarakat agar tidak membawa agama dalam kegiatan politik.

Hal itu disampaikan oleh KH Taufik Hasyim saat memjadi pemateri sarasehan dan Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati, Rabu (14/11/2018).

Pada acara yang mengusung tema Peranan Generasi Milenial di Tengah Politik Identitas itu, Taufik menyampaikan, kini Agama sudah menjadi jual beli politik, agama yang awalnya santun, damai dan menyejukkan kini menjadi menakutkan.

“Agama menjadi hal yang sangat menakutkan, Agama menjadi kepentingan politik,” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Sumber Anom Pamekasan itu mencontohkan, akibat membawa nama Agama para pendukung salah satu calon Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di DKI Jakarta tidak boleh disalati ketika ajal menjemputnya.

“Saya menjadi miris ketika munculnya fatwa bahwa haram hukumnya salat jenazah bagi pendukung Ahok,” tambahnya.

“Agama yang seharusnya menjadi sebab rukun bertetangga, damai dan tentram akan rusak,” sambung Taufik.

Apalagi baru-baru ini, muncul bendera bertuliskan lafadz tauhid, isu itu menjadi menarik bagi tokoh-tokoh agama yang suka menjadikan agama sebagai alat politik.

“Ini fakta, bendera bertuliskan lafadz tauhid digunakan sebagai alat kampanya salah satu kontestan capres-cawapres, ini adalah pembodohan pada masyarakat,” tuturnya.

Oleh karenanya ia mengimbau agar masyarakat menjaga inti dari ajaran Islam, harus mebedakan budaya Indonesia dan budaya Arab.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.