Ilustrasi

Sumenep, (Media Madura) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mencatat jumlah penderita gangguan jiwa di Sumenep tahun 2018 sebanyak 458 orang. 

“Total 458 orang (orang gila), dan 16 diantaranya hidup dalam pasungan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumenep, Kusmawati, Senin (12/11/2018).

Kata Kuswati, belasan penderita gangguan jiwa tersebut terpaksa dipasung oleh keluarganya lantaran dikhawatirkan mengamuk dan membahayakan orang lain. 

“Sebenarnya kami sudah melakukan sosialisasi kepada keluarga penderita gangguan jiwa ini agar tidak dipasung, akan tetapi harus diobati dengan terapi,” tuturnya. 

Sebab, lanjut Kusmawati, saat ini Dinkes telah membuka Poli Jiwa di sejumlah Puskesmas, juga ada petugas yang mendatangi rumah penderita untuk memberikan terapi.

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada kepada masyarakat yang ada salah satu keluarganya menderita gangguan jiwa untuk bekerjasama, mulai dari pemberian obat secara teratur dan tidak mendiskriminasikan. 

“Keluarga dekat penderita gangguan jiwa harus memberikan obat secara teratur dan kami minta masyarakat tidak mendiskriminasikan, sehingga proses penyembuhan akan lebih mudah dan cepat,” ujarnya.

Namun demikian, bagi pasien yang mengganggu ketenangan masyarakat, pihaknya meminta agar langsung merujuk ke Rumah Sakit Lawang atau Rumah Sakit dr. Soetomo Menur Surabaya untuk diberikan terapi berkelanjutan hingga pasien sembuh.

Sementara itu, masih berdasar data Dinkes, angka penderita gangguan jiwa di Kabupaten Sumenep tahun ini sudah cendering menurun,  karena pada tahun 2017 lalu terdapat 638 dan tahun 2016 sebanyak 510 orang. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.