Sampang, (Media Madura) – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Kabupaten Sampang, terus menekan keberadaan TKI Ilegal, salah satunya merumuskan program Desa Migran Produktif (Desmigratif) dari Kementerian Ketenagakerjaan RI. Sabtu (10/11/2018).

“Permasalahan TKI ilegal terus kita benahi, terutama dengan program Desmigratif,” kata Kabid Tenaga Kerja Diskumnaker Sampang Bisrul Hafi.

Dijelaskannya, desmigratif dibutuhkan untuk menghindarkan calon pekerja migran dan keluarganya dari proses migrasi yang unprosedural, berisiko tinggi, dan human trafficking.

Nantinya melalui program itu, pemerintah akan menghapus pandangan negatif dari TKI resmi, salah satunya melalui sosialisasi.

“Program ini sebagai upaya dalam menekan keberadaan TKI ilegal,” ungkapnya.

Bisrul Hafi menyatakan, pihaknya selama ini sangat menyayangkan keputusan buruh migran yang menempuh jalur ilegal. Padahal, persyaratan menjadi TKI legal tidaklah rumit.

Pernyataan ini menanggapi keterangan yang pernah di sampaikan mantan TKI asal Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Maddara (50) kepada salah satu stasiun radio di Jakarta.

“Alasan memilih jalur ilegal disebabkan jauh lebih sulit memenuhi syarat menjadi TKI resmi, karena prosedur yang bertele-tele, tapi semua itu salah pak,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.