Sampang, (Media Madura) – Pasca adanya kasus Mattari, TKI asal Sampang yang berakhir selamat dari vonis hukuman mati di Malaysia, membuat Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Kabupaten Sampang, melacak beberapa TKI ilegal yang saat ini juga tersandung kasus hukum diluar negeri.

Kabid Tenaga Kerja, Diskumnaker Sampang Bisrul Hafi mengaku meski terkesan terlambat, upaya ini dilakukan karena pihaknya belum mengantongi data kasus hukum TKI non resmi yang disebabkan keterbatasan data.

“Kita akui terlambat, tapi setidaknya ada upaya untuk melindungi mereka,” ucap Bisrul, Jumat (9/11/2018).

Pendataan dilakukan terhadap TKI legal atau ilegal karena berhak mendapat perlakuan yang sama, termasuk hak perlindungan saat tersangkut kasus hukum. Dalam UU Nomor 6 Tahun 2012 tentang Konvensi Internasional Mengenai Perlindungan Hak-hak Seluruh Pekerja Imigran dan Anggota Keluarganya, dinyatakan buruh migran mendapat perlindungan tanpa ada diskriminasi berdasarkan suku, agama, ras, bahkan status dokumen.

Bisrul menilai, perlindungan warga negara perlu didukung dengan pendekatan antarkedua negara. Sebab, hubungan diplomasi yang terlihat publik, belum tentu berdampak positif terhadap perlakuan yang didapatkan oleh TKI. Misalnya, Arab Saudi yang sering melakukan eksekusi sepihak tanpa pemberitahuan.

“Maka itu dengan adanya upaya mendata TKI ilegal yg tersandung kasus hukum, vonis hukuman yang memberatkan dapat diminimalisir,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.