Pamekasan, (Media Madura) – Kesadaran warga Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur untuk mengurus akta kematian sangat rendah. Jumlah warga yang mengurus akta kematian di Bumi Gerbang Salam cukup jomplang bila dibanding dengan pemohon akta kelahiran.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Pamekasan, Herman Kusnadi mengatakan bahwa dari 310 orang yang meninggal dari bulan Januari hingga November 2018 hanya ada 89 orang yang dibuatkan akte kematian oleh keluarganya.

“Ini penyebabnya karena masih minimnya kesadaran dari keluarga,” terang Herman Kusnadi, Kamis (8/11/2018).

Menurutnya sekarang masyarakat tidak peduli akan akta kematian. Karena menurut mereka orang yang sudah meninggal tidak perlu lagi didata.
Padahal, menurut Herman, ketika nantinya mau mewariskan tanahnya sangat membutuhkan akta kematian pihak pewaris.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurus penerbitan akta kematian, Dispendukcapil akan terus melakukan sosialisasi pada masyarakat. Serta dalam sosialisasinya mereka akan menjelaskan pentingnya mengurus akta kematian.

Pihaknya pun berharap kedepan masyarakat sadar untuk membuatkan akta kematian anggota keluarganya yang sudah meninggal. Selain itu juga, dispendukcapil meminta pada pihak RT/RW agar ikut berperan aktif melaporkan jika ada warganya yang meninggal dunia.

“Kami berharap kedepannya masyarakat sadar akan pentingnya membuatkan akta kematian buat keluarganya yang sudah meninggal,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.