Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman (Dok/MM)

Sampang, (Media Madura) – Polisi menangkap terduga otak pelaku kasus ujaran kebencian menjelang pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada 2018. Pelaku adalah HA (inisial), warga Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah.

Video ujaran kebencian yang ditujukan kepada para ulama dan kiai di Sampang ini sempat viral di media sosial.

“Kita meringkus HA di rumahnya pada dini hari tadi pukul 00.00 WIB, dia sebagai otak intelektual pelaku ujaran kebencian,” ujar Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman, Rabu (7/11/2018).

Kapolres Sampang mengatakan, saat ini pelaku tengah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ada empat orang saksi yang telah memberikan keterangan kepada penyidik.

“Empat orang kita periksa sebagai saksi sesuai yang disebutkan dalam video viral tersebut,” ungkapnya.

Tak hanya itu, polisi juga akan melakukan tes urine kepada HA karena disinyalir menggunakan narkoba. Alasan ini bukan tanpa sebab, karena HA cukup berani mengujar kebencian ke ulama dan kiai dalam menggunakan media sosial.

“Sampai saat ini kita belum melakukan pemeriksaan lebih lanjut, nanti akan di tes urine kalau positif kami sampaikan ke publik dan tetap di proses hukum,” ucap Budhi.

Kini, HA disangka dengan pasal 156 KUHP tentang ujaran kebencian.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.