Jamilah dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulance (foto: Ryan/MM)

Sampang, (Media Madura) – Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menegaskan bahwa kondisi kesehatan yang dialami Jamilah (12) bocah yatim piatu asal Dusun Le’nande, Desa Banjar Tabuluh, Kecamatan Camplong, bukan semata-mata disebabkan akibat gizi buruk, melainkan menderita penyakit tubercolosis (TBC) atau dimungkinkan Bronkitis.

“Jamilah ini bukan gizi buruk seperti informasi yang tersebar, tapi TBC atau bisa jadi Bronkitis, dia sakit begitu karena tidak diobati dan berdampak ke nafsu makanannya hilang sehingga kurus,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang Asrul Sani, Rabu (7/11/2018).

Menurutnya, anak penderita gizi buruk biasanya berada di usia 0-5 tahun. Sedangkan, bocah perempuan asal Camplong tersebut kini telah berusia 12 tahun.

Asrul menyatakan, pihaknya bergerak cepat untuk memulihkan kondisi kesehatan Jamilah. Untuk itu, pemerintah memberikan pelayanan kesehatan melalui petugas dari Puskesmas Camplong dengan merujuknya ke rumah sakit di Pamekasan.

“Tugas kita melayani secara kesehatan diaspek pengobatan, persoalan lainnya kewenangan dinas sosial,” ujarnya.

Dirinya menuturkan, pihak keluarga yang tidak mampu secara ekonomi tidak perlu khawatir karena pembiayaan kesehatan Jamilah ditanggung oleh negara. Kendati demikian, keluarga harus memiliki kartu jaminan berupa BPJS kesehatan.

“Semua mekanismenya harus melalui bawah yaitu pemerintah desa, kecamatan, dan diusulkan ke dinas sosial untuk mendapatkan kartu BPJS,” terangnya.

Asrul menambahkan, dengan munculnya kasus penderita yang dialami Jamilah itu dibiayai dari dana kapitasi. Mengingat, dana kapitasi JKN di Sampang setiap tahun dianggarkan sebesar Rp 44 miliar. Saat ini, dana kapitasi tersebut sudah terealisasi sekitar 50-60 persen.

“Kita sebenarnya tidak ada anggaran khusus, yang ada hanya untuk pembelian obat operasional, bahan habis pakai, alat, dan jasa pelayanan petugas, itu diambilkan dari dana kapitasi JKN,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.