Sampang, (Media Madura) – Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumanker) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Bisrul Hafi, meminta masyarakat bisa belajar dari kasus Mattari (40), TKI asal Sampang yang terhindar dari eksekusi mati di Malaysia.

“Mattari itu merupakan TKI ilegal, dengan status tidak resmi ini proses persidangan berlangsung sangat alot,” kata Bisrul. Selasa (6/11/2018) pagi.

Proses persidangan yang alot, disebabkan pemerintah kesulitan dalam mencari data Mattari yang tidak masuk dalam data Diskumnaker. Kendati demikian, pihaknya bersyukur dengan terhindarnya TKI tersebut dari eksekusi mati.

“Kita juga mengapresiasi kinerja KBRI Kuala Lumpur yang telah bekerja keras menyelamatkan Mattari dari eksekusi mati,’’ ucapnya.

Informasi yang dihimpun, proses persidangan Mattari berlangsung hingga 6 kali selama hampir dua tahun. Mattari merupakan seorang pekerja konstruksi itu dituntut dengan seksyen 302 kanun Keseksaan dengan ancaman hukuman gantung sampai mati.

TKI Sampang ini ditangkap pada 14 Desember 2016 dengan tuduhan membunuh rekan kerjanya, seorang warga negara Bangladesh.

Pada 2 November 2018, Mahkamah Tinggi Malaysia membebaskan Mattari dari eksekusi mati, didasari saksi dan bukti yang diajukan jaksa penuntut umum dipandang sangat lemah.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.