Pelaku diinterogasi polisi di ruang unit PPA Polres Sampang, Selasa (6/11/208). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Seorang siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Sampang, Madura, Jawa Timur, diduga nekat melakukan hubungan badan layaknya suami istri dengan kakak kelasnya sendiri. Kasus yang menimpa anak dibawah umur itu terjadi pada 6 September 2018 lalu sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolres Sampang AKBP Budhi Wardiman, melalui Kasubag Humas Iptu Eko Puji Waluyo, mengatakan pelaku berinisial AA (16) siswa kelas 2 jurusan Elektronika Industri. Sedangkan korban, sebut saja Bunga (16), siswi kelas 3 jurusan Farmasi.

“Pelaku dan korban ini sama-sama warga Desa Panggung Kota Sampang,” ungkap Puji kepada wartawan, Selasa (6/11/2018).

Hasil keterangan pemeriksaan, korban sudah tiga kali dipaksa melakukan hubungan badan dengan pelaku. Ironisnya, semua perbuatannya dilakukan di lingkungan sekolah.

Konon, keduanya ini menjalin pacaran selama 1 tahun. Setiap ada kesempatan, AA mengajak Bunga melakukan perbuatan tersebut di toilet. Terakhir, dilakukan di ruang kelas pelaku. Itu pun seusai kegiatan ektrakurikuler yang berlangsung sore hari.

“Memang perbuatan pelaku itu dilakukan di sekolah, dua kali terjadi di bulan Juli dan terakhir bulan September, ketika korban dan pelaku usai ikut ektrakurikuler sore hari di sekolah,” jelas Puji.

Korban akhirnya mengadukan nasib yang menimpanya kepada orang tua. Tak terima, orang tua korban melaporkan si adek kelas itu ke Mapolres Sampang.

Sayangnya, pelaku mengetahui bahwa perbuatannya dilaporkan ke polisi. Sehingga pelaku melarikan diri. Namun, tak butuh waktu lama polisi mengendus keberadaan pelaku.

“Sempat dicari beberapa bulan dari kejadian itu dan kami menangkap AA di rumah saudaranya di Wonokromo Surabaya pada Sabtu (3/11) kemarin, tanpa ada perlawanan karena pelaku mengakui perbuatannya,” katanya.

Puji menambahkan, motif pelaku nekat menyetubuhi pacarnya sendiri itu karena terpengaruh tontonan film biru. Buktinya, handphone yang disita dari tangan pelaku didapati video tak senonoh.

Saat ini kasus tersebut masih ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sampang.

“Perbuatan pelaku dijerat pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2018 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 15 tahun,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.