Tumpukan sampah di bantaran sungai Pragaan

Sumenep, (Media Madura) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Madura,  Jawa Timur menyebut saat ini DLH hanya mampu menangani sampah di tiga Kecamatan saja. 

Yakni Kecamatan Kota, Kecamatan Batuan dan Kecamatan Kalianget.

Sementara kecamatan lain belum tercover karena keterbatasan armada dan petugas sampah. 

“Saat ini DLH hanya memiliki sebanyak 17 dumtruk pengangkut sampah. Itupun kondisinya banyak yang tidak layak pakai,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Sumenep, Agus Salam, Senin (5/11/2018).

Kata Agus,  penanganan sampah ini sebenarnya bukan hanya tugas DLH, melainkan tugas bersama mulai masyarakat hingga pejabat tingkat kecamatan. 

“Bahkan, Kepala Desa sebenarnya bisa menguatkan melalui ADD untuk pengadaan TPS (tempat pembuangan sampah sementara), termasuk pengadaan transportnya. Kami siap merekomendasikan untuk pembuangan sampah ke TPA,” katanya.

Mesko begitu, kedepan pihaknya akan terus mencari terobosan baru guna bisa mencover sampah disetiap kecamatan. Apalagi, saat ini DLH telah memiliki sebanyak 11 kendaraan roda tiga khusus transportasi sampah.

“Rencananya ini akan dioperasikan di wilayah kota nanti, sehingga penanganan sampah nantinya bisa diperluas, misalnya ke Kecamatan Manding, Saronggi dan Gapura,” tegasnya.

Jawaban tentang pengelolaan sampah tersebut terungkap saat awak media mengkonfirmasi soal pengelolaan sampah di Kecamatan Pragaan. Pasalnya, di daerah tersebut masyarakat memilih membuang sampah ke bantaran sungai.

Akibatnya, sungai yang berada di samping Pondok Pesantren Al-Amin Putri (perbatasan Desa Prenduan dan Desa Pragaan) terlihat sangat jorok, bahkan menurut penuturan warga terkadang menimbulkan bau yang tidak sedap. 

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.