Anggota DPRD Pamekasan, H. Taufikurrahman. Foto : facebook @taufiqurrahman Sh

Pamekasan, (Media Madura) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Pamekasan, Taufiqurrahman menilai Bupati Pamekasan Baddrut Tamam perlu kembali belajar etika politik.

Pernyataan anggota komisi IV DPRD Pamekasan ini menanggapi pernyataan Baddrut Tamam yang meminta politikus PKS Harun Suyitno untuk belajar kembali penyusunan anggaran karena berkomentar bahwa program prioritas pasangan Berbaur selama kampanya tidak masuk dalam RAPBD tahun 2019.

Taufiq, Mantan ketua Badan Kehormata (BK) DPRD Pamekasan ini menilai, sikap dan jawaban bupati telah menyinggung perasaan anggota dewan yang mengkritiknya, sehingga ia meminta Baddrut Tamam yang merupakan mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini untuk kembali belajar etika komunikasi.

“Bupati ini perlu belajar kominikasi yang baik kembali, baik dengan seluruh anggota DPRD maupun media. Jadi, kalau dewan disuruh belajar tentang APBD, nah bupati juga perlu belajar tentang komunikasi yang baik,” terang Taufiqurrahman saat di wawancarai via telepon. Kamis (1/11/2018) siang.

Dikatakan, Partai Gerindra sebagai Parpol pendukung dalam pencalonan pasangan Baddrut Tamam – Raja’e (Berbaur) pada Pilkada lalu, juga ikut mempunyai tanggung jawab moral terhadap masyarakat bagaimana nantinya seluruh program prioritas pasangan ini terealisasi.

“Kalau bupati bilang saat ini dia sudah tidak punya koalisi dengan Parpol pengusung, ya gak papa, itu memang haknya beliau, tapi di sini bupati juga perlu kearifan dan kebijakan dalam berpolitik, artinya harus ada etika dan komonikasi politik serta komitmen yang harus dibangun bersama,” ucapnya.

Ia berharap kedepan bupati tidak alergi terhadap kritik dan belajar cara penyampaian serta komunikasi politik sebagai seorang bupati.

“Kita lihat mantan-mantan bupati kita semuanya kan penuh dengan etika berpolitik serta komonikasi politik yang baik,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengkritik jajaran pemkab setempat dengan mengatakan bahwa program-program prioritas Berbaur tidak terakomodir dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2019.

“Siapa bilang tidak masuk, itu anggota Dewan nya suruh belajar deh. Bilang dari saya suruh belajar lagi,” kata Baddrut Tamam saat ditanya oleh sejumlah awak media. Rabu (31/10/2018) pagi.

Reporter : Zubaidi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.