Pedagang Kaki Lima di areal Monumen Arek Lancor Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Pedagang Kaki Lima (PKL) di pusat Kota Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur semakin hari semakin amburadul.

Hal itu diungkapkan salah seorang warga, Sumhar. Menurutnya, penataan PKL tidak kunjung dilaksanakan padahal selama ini sejumlah PKL menempati tempat terlarang.

“Mulai dari dulu PKL ini tidak selesai-selesai, semakin mengotori perkotaan,” katanya, Kamis (1/11/2018).

Ia meminta penegak peraturan daerah (Perda) dalam hal ini Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tegas melakukan penindakan terhadap PKL yang mokong mangkal di area terlarang tersebut.

“Ini buktinya, dengan banyaknya PKL maka kemacetan terjadi, semoga bapak bupati yang baru ini bisa mengatasi persoalan ini,” tambah Sumhar.

Sementara Kepala Bidang Trantibum, Satpol PP Pamekasan, M Yusuf mengatakan, persoalan itu sudah menjadi pembicaraan di internal Satpol PP. Hanya saja pihaknya masih mencari lokasi baru para PKL.

“Sudah di bicarakan soal itu, tunggu saja ya,” katanya singkat.

Daerah terlarang untuk para PKL sesuai peraturan daerah nomor 5 tahun 2008 tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima, yaitu di sepanjang jalan Jokotole, areal Monumen Arek Lancor dan di sepanjang jalan Kabupaten, namun selama ini masih dioperasikan sebagai tempat PKL jualan.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.