Sumenep, (Media Madura) – Rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mendapat sorotan tajam Sumenep Corruption Watch (SCW).

Pasalnya, ada kejanggalan pada alokasi CPNS tersebut, yakni 75 CPNS untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjasa. Padahal sebagaimana diketahui, RS itu saat ini statusnya masih Puskesmas.

“Dikatakan ilegal disebabkan 75 CPNS tersebut diperuntukan untuk lembaga yang belum memili legal standing,” ungkap Ketua SCW, Junaidi Pelor, Kamis (1/11/2018).

75 alokasi CPNS diketahui berdasarkan pengumuman resmi yang di keluarkan oleh Pemkab setempat. Padahal kata Junaidi, rumah sakit tersebut belum memiliki payung hukum.

“Apakah ada Peraturan Daerahnya atau Peraturan Bupatinya, tidak ada itu. Parahnya lagi, saat ini belum nampak wujudnya itu rumah sakit. Sebab, masih proses pengalihan dari Puskesmas Arjasa menjadi Rumah Sakit,” Jelasnya. 

Menurut mantan. Aktifis PMII Sumenep ini, alokasi tersebut merupakan pembongan publik serta rentan adanya dugaan kolusi dan transaksional dalam prosesnya. 

“Ini bentuk pembodohan publik pada rakyat Sumenep, bisa saja nantinya membuka peluang terjadinya kolusi dan nipotisme,” keluhnya. 

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada pihak terkait, khususnya Sekertaris Daerah (Sekda) untuk mencabut formasi tersebut sebelum ada kepastian hukum terhadap status RS Arjasa.

“Jika tidak dicabut, maka dengan terpaksa kami akan mengambil langkah untuk melaporkan temuan ini ke Kementerian Dalam Negeri, Kemenpan dan Komisi ASN, karena ini berpotensi menemui masalah dikemudian hari,” tegasnya. 

Sementara itu, Sekda Sumenep, Edy Rasyiadi saat dikonfirmasi membantah jika alokasi CPNS untuk RS Arjasa ilegal. Sebab, ada rekruitmen sesuai surat resmi dari BKN alokasi CPNS tersebut. 

“Itu kan asumsi dari luar kalau dari kita jelas la tidak elegal, karena ada surat resminya dari BKN terkait alokasinya. Untuk alokasi semua dari BKN, kami hanya menyusulkan, tetap finalnya dari sana,” ujarnya. 

Lalu, kenapa ada rekruitmen sementara RSUD Arjasa masih akan dibangun  tahun depan, Edy beralasan rekrutmen CPNS tidak dilakukan setiap tahun.  

Sedangkan, RSUD Arjasa akan di targetkan tahun 2020 sudah beroperasi.  

“Makanya kami siapkan dari sekarang, agar nanti pada Tahun 2020 berjalan rumah sakit tersebut kita sudah siap. Masalah nanti mau gunakan PHL yang mau diangkat, kita masih kurang kekurangan PNS,” tandasnya.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.