Sumenep, (Media Madura) – Sungguh menyedihkan apa yang dialami Halima (31), warga Dusun Kabbuan, Desa Juruan Laok, Kecamatab Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Istri yang sehari-hari hanya sebagai ibu rumah tangga diduga telah dianiya dengan kejam oleh Matrawi, yang tidak lain suaminya sendiri. Hal itu terungkap dalam laporan korban ke polisi, Senin (29/10/2018) malam.

Kepada polisi, korban mengaku kekerasan yang dialami berawal pada hari Minggu, tanggal 21 Oktober 2018 sekira pukul 19.00 WIB bertempat di dalam rumah milik Matrawi.

“Jadi, si suami mencurigai korban telah berselingkuh dengan laki-laki lain, namun korban menyangkal atau menjawab tidak ada selingkuh,” ujar Kabag Humas Polres Sumenep, Ipda Agus Suparno, Selasa (30/10/2018).

Pelaku yang sudah terbakar api cemburu lalu mengambil sebilah celurit yang masih ada sarungnya dan membacokkan ujung celurit tersebut kepada istrinya, sehingga istrinya mengalami luka dan berdarah.

“Serta dipukulkan lagi ke arah betis kanan dan paha kiri pelapor sehingga pelapor mengalami luka memar,” bebernya.

Kemudian keesokan harinya sekitar pukul 21.00 WIB, Matrawi kembali marah-marah terhadap istrinya dan mengambil celurit lagi yang berwarna putih serta memukulkan kepada korban mengenai bagian belakang tepatnya rusuk sebelah kanan hingga mengalami luka memar.

“Bahkan menurut korban, selama 13 bulan trrakhir, apabila suamninya keluar rumah ia selalu menyekap pelapor di dalam kamar, dikunci dari luar dan kunci kamar tersebut dibawa oleh pelaku,” terang Agus.

Akibat dari kejadian tersebut korban merasa bahwa suaminya telah merampas kemerdekaan hidupnya dan melaporkan kejadian tersebut tersebut ke kantor SPKT Polres sumenep pada tanggal 29 Oktober 2018 sekira pukul 19.00 WIB.

“Sementara ini, Matrawi diduga telah melakukan tindak pidana kekerasan fisik dalam rumah tangga, sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT drngan ancaman hukuman maksimal 5 tahun,” tandasnya.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.