Sumenep, (Media Madura) – Hanya dalam kutun waktu 10 bulan, jumlah janda dan duda di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur bertambah hingga 3.112 orang.

Hal itu berdasarkan laporan perceraian di Pengadilan Agama (PA) Sumenep, bahwa dari bulan Januari hingga September 2018 kasus perceraian sebanyak 1.556 perkara.

“Ya, dalam sepuluh bulan ini, ada 1.556 kasus perceraian (ada 3.112 janda dan duda baru),” ungkap Panitera Muda Pengadilan Agama (PA) Sumenep, M. Arifin, Selasa (30/10/2018).

Dari 1.556 angka perceraian itu, sambung Arifin, 830 perkara disebabkan perselisihan yang terus menerus, sisanya disebabkan banyak faktor, diantaranya karena perjudian dan perkawinan dini.

“Yang paling banyak karena disebabkan adanya perselisihan terus menerus dalam rumah tangga,” jelasnya.

Disinggung soal upaya menekan angka perceraian sebagai langkah pereventif oleh Pengadilan Agama (PA), Arifin menyebut pihaknya sudah melakukan upaya mediasi lebih dahulu.

“Tentu, kami lebih dulu sudah melakukan upaya mediasi, dan majelis sidang selalu menasehati yang berperkara, tetapi memang susah berhasil,” imbuhnya.

Bahkan, sebelumnya pihaknya juga telah melakukan penyuluhan hukum bersama dengan Bagian Hukum Pemerintah Daerah, akan tetapi tahun ini penyuluhan hukum tersebut tidak digelar lagi.

“Tahun sebelumnya ada penyuluhan hukum ke Kecamatan-kecamatan baik daratan maupun kepulaun dengan bekerja sama dengan Bagian Hukum Pemda, tapi untuk tahun ini tidak ada” pungkasnya.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.