TPS 08 Desa Bunten Barat Kecamatan Ketapang Kabupaten Sampang yang hanya menggelar PSU Pilkada jilid III, Selasa (30/10/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Pemungutan Suara Ulang (PSU) atau coblos ulang jilid III Pilkada Sampang yang hanya digelar di TPS 08 Desa Bunten Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, ternyata tampak sepi dan banyak pemilih kurang antusias. Pasalnya, coblos ulang di TPS itu dihadiri lima orang pemilih. Padahal, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 08 sebanyak 735 pemilih.

Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif, mengatakan jumlah pemilih lebih sedikit dibandingkan pada pelaksanaan coblos ulang jilid II yang digelar pada 27 Oktober kemarin. Belum jelas apa penyebabnya, namun diduga ini terjadi karena Pilkada ulang kali ini berlangsung hingga tiga kali sehingga masyarakat Desa Bunten Barat merasa jenuh.

“Dari jumlah 735 DPT pada PSU Pilkada jilid III ini dihadiri lima orang, itu diketahui setelah coblos ulang selesai pukul 13.00 WIB,” ujar Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif, Selasa (30/10/2018).

Pantuan di lapangan, rekapitulasi perolehan suara dalam PSU jilid III di TPS 08 itu yaitu paslon nomor urut 1 Jihad memperoleh 4 suara, nomor urut 2 memperoleh 1 suara, sedangkan nomor 3 memperoleh 0 suara.

Syamsul menyampaikan, dalam coblos ulang di TPS 08 penyelenggara sudah mendistribusikan formulir model C6 kepada masyarakat sebanyak 110 undangan dari jumlah 735 pemilih. Sedangkan sisanya 625 undangan ditolak oleh para pemilih.

Tak hanya itu, tingkat kehadiran pemilih pada coblos ulang kali ini diakuinya cukup sepi. Buktinya, pada Pilkada jilid I pada 27 Juni lalu pemilihan dihadiri 772 pemilih dari 773 DPT.

Kemudian, jilid II pada 27 Oktober kemarin dihadiri 726 pemilih dari jumlah 735 DPT. Terakhir, jilid III pada 30 Oktober ini dihadiri lima pemilih dari jumlah 735 DPT.

“Lima pemilih yang nyoblos di TPS ini sebenarnya meliputi dua orang warga biasa dan tiga pemilih merupakan petugas penyelenggara yang punya hak pilih di TPS 08, alasan pemilih tidak mau nyoblos karena merasa jenuh dengan Pilkada yang sudah berlangsung dua kali ditambah sekarang,” tuturnya.

Ketua KPU menegaskan, meski pelaksanaan coblos ulang tanpa dihadiri para saksi paslon Pilkada Sampang tidak menggugurkan dalam pemungutan suara berlangsung. Karena itu menjadi hak dari para tim paslon.

“Saksi paslon tidak hadir pelaksanaan PSU tetap sah, untuk saksi paslon 1 dan 3 tidak hadir tanpa ada konfirmasi ke KPU, kalau saksi 2 memang boikot tidak hadir,” ungkapnya.

Sementara Ketua Bawaslu Sampang Insiyatun, menyatakan pihaknya secara langsung memantau proses PSU ketiga kalinya di TPS 08. Diakuinya, partisipasi pemilih memang sedikit dibandingkan Pilkada sebelumnya dengan alasan tertentu dari pemilih tidak mencoblos.

“Terpenting bagaimana Bawaslu dala PSU ini memastikan bahwa pelaksanaan 27 Oktober berjalan regulasi, meski tidak dihadiri saksi paslon tidak masalah,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.