Sejumlah petani haram usai hearing dengan Komisi III DPRD Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Rencana pemindahan penampungan garam rakyat di Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur mendapat protes sejumlah petani garam.

Hal terungkap dari hasil hearing sejumlah petani garam dengan komisi II DPRD Sumenep, Senin (29/10/2018). Mereka meminta dewan untuk memfasilitasi dengan PT Garam, terkait rencana pemindahan gudang rakyat itu.

Menurut informasi, PT. Garam berencana memindahkan penampungan garam dari gudang Saronggi ke gudang di Palebunan. Namun rencana itu dinilai tidak tepat karena Palebunan tidak representatif dan diprediksi tidak mampu menampung.

“Rencana pemindahan penyimpanan garam rakyat ke Pelebunan kami protes. Karena di sana dipastikan tidak akan mampu menampung garam rakyat,” kata salah satu koordinator petani garam, H. Ubaidillah, Senin (29/10/2018).

Disamping gudang di Palebunan diorediksi tak bisa menampung, tenaga kerjanya di gudang tersebut juga hanya sedikit, sehingga dipastikan hanya akan menambah masalah.

“Pasti tidak akan maksimal nantinya bongkar muatnya di sana. Pekerjanya sedikit, yang ada malah akan banyak masalah di sana,” ungkapnya.

Menurut Ubed, di gudang yang lama di Saronggi sebenarnya sudah maksimal, gudangnya ada 2 yakni nomor 7 dan 9. Namun, sekarang gudang tersebut direncanakan mau dibuat penyimpanan garam Premium. 

“Jadi, bukan garam rakyat lagi. Padahal, garam rakyat mestinya jadi perioritas,” tegasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta pihak DPRD Sumenep untuk mempertemukan pihaknya dengan PT Garam. “Kami harap bisa dipertemukan dan duduk bersama terkait masalah ini,” tukasnya.

Sementara itu, usai hearing, anggota Komisi II kabarnya langsung melakukan peninjauan ke lokasi gudang yang dikeluhkan warga tersebut. Namun demikian, tak ada anggota yang memberikan keterangan resmi.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.