Pamekasan – Sarana Interaksi Komunikasi Sosial (Simokos) datang menyambangi Pondok Pesantren Al Inayah yang terletak berada di Pegantenan, Kabupaten Pamekasan. Seperti biasanya, kedatangan Simokos disambut gembira oleh santri Pondok Pesantren ini.

Kegiatan ini masih bagian dari program TMMD ke 103 yang di fokuskan di Desa Pasanggar. TMMD yang dilaksanakan selama satu bulan ini juga melaksaakan berbagai aktivitas termasuk pembangunan infrastruktur desa. Kegiatan ini bertujuan agar lebih mendekatkan TNI dengan masyarakat.

Simokos kali ini dioperasikan oleh Sersan Satu I Gede Tama dan Kopda M. Zainal dari Koramil 0826/07 Pegantenan. Kapten Cba Guntur Danramil 0826/07 Pegantenan selaku Dan SSK TMMD yang turut mengawasi operasional Simokos di tempat kegiatan saat dikonfirmasi menyatakan bahwa dirinya ingin mengajak para santri untuk mempunyai minat baca yang tinggi.

“Minat baca yang tinggi akan membuat pengetahuan santri luas. Saya sangat bangga karena kedatangan Simokos di sejumlah sekolah mendapat sambutan yang sangat antusias, baik dari pihak guru maupun siswa,”ucapnya.

Dikatakan, tidak hanya pesantren di desa tersebut yang didatangi, tetapi sejumlah sekolah dasar dan tempat perkumpulan anak-anak bermain juga didatangi dan diajak agar anak membaca sejak dini.

“Kami manfaatkan untuk melakukan komunikasi sosial ke sekolah-sekolah dan Pondok Pesantren di wilayah Kecamatan Pegantenan, sungguh sambutannya luar biasa bahkan para Kepala Sekolah dan para kiai menghendaki kedatangan Simokos ini setiap minggu di sekolahnya,” ujar Kapten Cba Guntur.

Lebih lanjut dijelaskan, keberadaan Simokos dengan buku-buku bacaan serta visual untuk melihat film perjuangan maupun film alutsista TNI sangat digemari oleh para pelajar bahkan oleh masyarakat desa setempat.

“Hal tersebut tentunya merupakan kondisi faktual, di mana masyarakat dan generasi penerus kita sangat membutuhkan sarana perpustakaan keliling seperti ini, dan rupanya minat baca masyarakat menurun karena ada keengganan datang ke perpustakaan entah karena perlu berbagai administratsi atau bagaimana,” jelasnya. “Mereka (anak-anak) senang dengan ruang baca terbuka, bebas memilih dan gratis sehingga Si Mokos ini lebih disukai oleh adik-adik maupun masyarakat lainnya, dan keberadaan Simokos ini merupakan inovasi TNI AD dan baru dibagikan satu unit untuk setiap Kodim dan apabila kurang harapan Komando atas sedapat mungkin berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat untuk memperbanyaknya,” sambungnya.

Rilis

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.