Khomaeni Ramadhan, Humas PT Garam Persero memberikan keterangan

Pamekasan, (Media Madura) – Perseroan Terbatas (PT) Garam Persero, tidak membayar tunggakan kepada petani garam di Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, dan di Desa Pandan, Kecamatan Galis, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Koordinator perwakilan petani garam dari dua desa tersebut, Suja’i, mengadu ke Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) karena sudah tiga kali panen tidak dibayar haknya.

“Hak-hak petani garam selama tiga kali panen mulai bulan Mei lalu tidak dibayarkan, makanya kami mengadu ke DPRD,” katanya, Kamis (25/10/2018).

Ditambahkan oleh Ja’i, dirinya mendesak pihak PT Garam bertanggungjawab dan segera menyelesaikan kewajibannya.

“Padahal sekarang hampir musim hujan, harusnya ketika distribusi garam ke PT Garam selesai maka hak-haknya petani harus sudah terbayarkan,” imbuhnya.

Menurut dia, selama ini PT Garam selalu menyatakan pihaknya benar, mengabaikan kewajibannya kepada petani yang banting tulang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Dalam hal ini ada dua yang terlibat kerja sama, yaitu rekanan PT Garam dan PT Garam sendiri, tapi selama ini semuanya merasa benar,” jelas Ja’i.

Sementara itu Humas PT Garam Persero, Khomaeni Ramadhan menyatakan, dalam perihal ini sebenarnya hanya perbedaan pengertian antara PT Garam dan pengelola lahan, sebab sudah ada perjanjian yang tertera dalam kontrak kerjasama.

“Hanya miskomunikasi saja, antara PT Garam dengan petani, makanya perlu menyatukan persepsi lanjutan,” katanya.

Persoalan nominal tunggakan yang dilakukan PT Garam kepada para petani, Rama tidak bisa menjelaskan dengan alasan sudah ada dalam kontrak kerja sama.

“Soal nominal tidak usah dijelaskan, yang jelas ini hanya miskomunikasi,” kilahnya.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.