Bupati Sumenep, A Busyro Karim.

Sumenep, (Media Madura) – Festival Keraton dan Masyarakat Adat ASEAN (FKMA) ke-V yang akan berlangsung di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terancam tak maksimal.

Sebab, sejumlah fasilitas penunjang tidak 100 persen siap menyambut ratusan raja dan tamu, diantaranya hotel atau penginapan. Sementara jumlah hotel di Sumenep belum memadai, sehingga banyak peserta FKMA yang dimungkinkan tidak kebagian penginapan.

Sebagai jalan alternatif, pemerintah daerah melakukan komunikasi, dan hasilnya sebagian rumah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dijadikan tempat penginapan.

“Untuk tamu akan ditempatkan di hotel dan rumah Kepala Dinas, ada yang sudah siap dua kamar ada yang satu kamar,” kata Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, Kamis, (25/10/2018).

Selain itu, peserta FKMA juga rencananya ditempatkan di sejumlah rumah penginapan yang ada di seputaran Kota Sumenep serta ada juga homestay dan rumah masyarakat.

“Peserta FKMA mulai berdatangan ke Sumenep sejak hari ini. Bahkan Sekretaris FKMA sudah beberapa hari disini untuk memastikan persiapan FKMA,” jelasnya.

Sementara untuk pengamanan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan jajaran Kepolisian dan Kodim. “Kami terus koordinasi untuk keamanan, saat ini Kapolres dan Dandim masih rapat di Surabaya terkait pengamanan ini,” tegasnya.

Seperti diberitakan, FKMA ke V  akan diselenggarakan sejak tanggal 27 hingga 31 Oktober 2018 dan akan dihadiri sekitar 150 raja atau sultan se Asia Tenggara serta Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Dalam FKMA itu digelar beragam kegiatan diantaranya Kirab Keraton, Prosesi Arya Wiraraja, dan Pameran Benda Pusaka Keraton selama 3 hari.

Kemudian akan dihelat Pembukaan, Pagelaran Seni Budaya Keraton, Seminar Nasional, Musyawarah Madya, Pagelaran Seni Budaya Keraton, Kunjungan ke Asta Tinggi, Tour Pusaka Pusat Keris, Tour Batik Desa Batik Sumenep, Kerapan Sapi, Parade Musik Tong-tong, dan Upacara Hari Jadi. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.