Ismail

Pamekasan, (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur berencana menutup tempat hiburan khususnya usaha hiburan karaoke.

Dukatakan ole Ketua Komisi 1 DPRD Pamekasan, Ismail, rencana tersebut hasil dari dengar pendapat antara DPRD Pamekasan bersama perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas), perwakilan perguruan tinggi hingga organisasi mahasiswa (ormawa).

“Masih rencana yaitu dennab mencabut salah satu nomenklatur Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Hiburan dan Rekreasi, item huburan karaoke,” katanya, Rabu (24/18/2018).

Hasil dalam pertemuan tambah Ismail, karena dalan usaha karaoke pernah ditemukan ada miras (minuman keras) hingga asulisa, bahkan tidak menutup kemungkinan juga ada narkoba.

“Memang rencana ini masih belum ditetapkan, tapi nantinya akan kami paripurnakan sebelum diajukan ke eksekutif. Setelah dibahas di jajaran internal eksekutif nantinya baru dikirim ke tingkat provinsi hingga akhirnya berbentuk perda,” tambah Ismail.

“Intinya hasil kajian kami, yaitu revisi Perda dengan mencabut poin tentang usaha hiburan dan karaoke,” sambung pria yang juga pembina GP Ansor Pamekasan itu.

Disinggung soal beberapa tempat hiburan karaoke yang sudah memiliki izin usaha, pihaknya menjelaskan hal itu untuk sementara tetap berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan izin dan regulasi yang berlaku.

“Soal usaha yang sudah berizin sementara hingga izin berakhir, selanjutnya tidak lagi. Termasuk usaha baru yang mau mengajukan izin,” tutup Ismail.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.