Sampang, (Media Madura) – Kepala Pasar Srimangunan Sampang Suroso, Senin (22/10) kemarin, diamankan Kejaksaan Negeri Sampang. Dia diamankan karena diduga hendak menghilangkan aset daerah yang menyebabkan kebocoran retribusi Pendapatan Aset Daerah (PAD).

Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Setyo Utomo, melalui Kasi Intel Joko Suharyanto, mengatakan Suroso diamankan bersama inisial M, salah satu pemilik kios di Pasar Srimangunan. Keduanya terlibat praktek jual beli kios pasar yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim.

“Suroso dan M diamankan untuk keperluan pemeriksaan, tapi tidak ditahan, jika cukup dua alat bukti maka keduanya ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Joko dibalik telepone, Selasa (23/10/2018).

Dijelaskan Joko, praktek jual beli kios tetap menyalahi aturan sesuai Perbup Sampang. Dalam aturan menyebutkan, bahwa pedagang bisa menempati kios pasar milik pemerintah itu hanya sistem pinjam pakai senilai Rp 400 ribu lebih per tahun. Pedagang juga diwajibkan membayar retribusi kebersihan dan keamanan sebesar Rp 35 ribu per bulan.

“Rata-rata pedagang menempati kios itu sampai kontrak tiga tahun dan bayar Rp 1.350.000, apabila pada prosesnya pedagang tersebut tidak lagi berjualan, maka pedagang harus mengembalikan kios kepada Pemda,” jelasnya.

Tetapi kenyataannya, lanjut Joko, kios pasar bukan diserahkan kembali kepada pemerintah, melainkan dijual lagi antara pedagang ke orang lain yang akan menempati kios tersebut.

“Nah praktek itulah yang tidak boleh, maka itu M dan Suroso kita amankan, M diketahui sebagai penjual kios dan Suroso sebagai petugas pasar yang statusnya mengetahui adanya surat perjanjian jual beli kios di Pasar Srimangunan itu,” ungkapnya.

Joko menerangkan, diamankannya kedua orang tersebut berawal dari informasi masyarakat terjadinya praktek jual beli kios. M menawarkan satu kios senilai Rp 250 juta. Sebab, ditahun 2012 lalu dia membeli ke orang seharga Rp 100 juta.

“Kami menurunkan informan yang mengaku akan menempati kios pasar, modal pancingan uang kita sediakan Rp 10 juta, ternyata benar untuk menempati kios harus beli ratusan juta,” terangnya.

Saat dikonfirmasi sambungan telepone, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Kabupaten Sampang Wahyu Prihartono, belum bisa memberikan keterangan meski berkali-kali dihubungi.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.