Pamekasan, (Media Madura) – Peristiwa pemerkosaan terhadap anak penderita difabel, NH (18) warga Dusun Perreng Ampel, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, yang terjadi sebulan lalu, tepatnya pada hari Minggu (2/9/2018), membuat sang ibu yakni Fusihah hingga saat masih shock dan sangat terpukul.

Fusihah masih merasakan kesedihan mendalam, sebab anak ketiganya yang sangat disayangi itu sudah menderita difabel tetapi masih menjadi korban pemerkosaan.

Pelaku diketahui bernama Firdaus (20) asal Desa Bulangan Haji, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan.

Kakak tertua korban, Hal menceritakan, kasus pemerkosaan yang menimpa adiknya ini sangat menyakiti keluarganya, dan pihak keluarga tidak menyangka pelaku tega melakukan tindakan bejat itu.

Peristiwa pemerkosaan ini bermula saat pelaku, Firdaus datang ke rumah korban dengan mengendarai motor sekitar pukul 08.30 WIB. Pelaku datang dan mengaku ingin bertemu dengan kakak korban bernama IM (20).

Setibanya di rumah korban, pelaku tidak bertemu dengan IM karena sedang berjualan pentol keliling. Di rumah korban, pelaku ditemui orang tua dan kakak korban, Fus dan Hal.

Dijelaskan, untuk menghormati tamunya itu, Hal sempat membuatkan Firdaus teh dan dibelikan makanan. Hingga pukul 15.00 WIB IM belum datang dari berjualan pentol keliling dan pelaku masih bertahan di rumah korban.

Beberapa saat kemudian, Ibu korban pamit pergi ke rumah keluarganya yang datang dari Makkah. Setelah ibu korban pergi, pelaku melakukan tindakan bejatnya.

“Ibu hanya pergi sebentar ke rumah keluarga yang baru datang dari Mekkah,” kata Hal.

Hal juga menceritakan, peristiwa pemerkosaan itu pertama kali diketahui olehnya, karena saat kejadian korban menangis kencang hingga terdengar sampai ke rumahnya yang lokasinya berada di depan rumah korban.

Awalnya, jeritan korban dikira karena jajanannya dimakan ayam, tetapi setelah didatangi ternyata pelaku sedang memperkosa adiknya.

“Setelah ketahuan itu dia (pelaku) lari, saya sempat memegang tangannya tapi lepas karena saya sambil menggendong anak,” sambung Hal. Tetapi, saat hendak melarikan diri, telepon genggam pelaku terjatuh.

Setelah peristiwa itu, ibu dari anak yang mengalami keterbelakangan mental ini menangis dan tidak tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Keesokan harinya, pihak keluarga melaporkan peristiwa pemerkosaan ini ke Polres Pamekasan. Laporan ini teregistrasi dengan nomor surat LP/191/IX/IX/2018/Jatim/Res PMK, tanggal 2 September 2018.

Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo melalui Kasat Reskrim AKP Hari Siswo Suwarno mengatakan, setelah laporan itu pihaknya langsung menindaklanjutinya dengan melakukan pemeriksaan sejumlah saksi.

Sayangnya, pelaku pemerkosaan ini belum sempat diperiksa karena yang bersangkutan tidak berada di rumahnya dan tidak diketahui keberadaannya.

“Kemungkinan pelaku melarikan diri. Keluarganya juga sudah kami datangi, namun belum ada petunjuk keberadaan tersangka,” katanya.

Tetapi, kata dia, sejumlah barang bukti telah diamankan dari rumah korban, diantaranya¬†handphone, alas tidur dan pakaian korban. “Ini positif pemerkosaan setelah kami menerima hasil visum dari dokter,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun mediamadura.com, pelaku saat ini telah melarikan diri ke Malaysia.

Reporter : Arif
Editor : Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.