Kepala Dinas Satpol PP Sumenep, Fajar Rahman

Sumenep, (Media Madura) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur merekomendasikan tiga rumah kos untuk ditutup.

Alasannya, tiga rumah kos tersebut disinyalir sering disalahgunakan para penghuninya, seperti dijadikan sebagai tempat mesum dan tempat pesta miras.

“Beberapa kali razia yang kami lakukan, kami selalu berhasil mengamankan sejumlah pasangan bukan muhrim, diantaranya dirumah kos yang sama,” kata Kepala Dinas Satpol PP Sumenep, Fajar Rahman.

Fajar memastikan, surat rekomendasi telah dilayangkan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sumenep agar izinnya segera dicabut.

Tapi sayang, Mantan Sekretaris KPU Sumenep itu enggan membeberkan identitas dan alamat tiga rumah kos yang direkomendasikan untuk segera ditutup tersebut.

“Setidaknya ada tiga rumah kos yang sudah kita rekomendasikan ke Perizinan (DPM-PTSP) karena beberapa kali ditemukan pasangan yang bukan suami istri,” ujarnya.

Pihaknya meminta, DPM-PTSP memanggil pemilik kosnya untuk menjelaskan apakah rumah kos tersebut untuk laki-laki atau perempuan.

“Jadi biar jelas. Nah, kalau sudah dijadikan tempat mesum seperti itu, agar izinnya segera dicabut,” tambahnya.

Kegiatan razia Satpol PP terakhir kali pada Senin (15/10/2018) malam berhasil menciduk 15 muda-mudi yang bukan suami istri di sejumlah rumah kos. Selain diduga berbuat mesum, sebagian mereka juga sedang melakukan pesta miras.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.