Terminal Kargo Pamekasan. (dok/MM)

Pamekasan, (Media Madura) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyesalkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait karena hingga kini membiarkan terminal barang yang berada di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, tidak dimanfaatkan.

Dikatakan oleh anggota DPRD Pamekasan Ismail, fasilitas untuk tempat istirahat kendaraan besar itu saat ini sudah lengkap sejak dua tahun lalu, namun tempat itu dibiarkan mubazir.

“Tempat itu mubazir lantaran sampai sekarang belum dimanfaatkan, meskipun semuanya sudah siap,” katanya, Rabu (17/10/2018) siang.

Ditambahkan oleh pria yang juga menjabat Ketua Komisi I DPRD Pamekasan itu, alasan belum dimanfaatkannya terminal yang menelan biaya miliaran sekaligus menjadi rest area tersebut karena belum adanya regulasi yang mengatur, sehingga tidak bisa dioperasikan.

“Soal pemanfaatannya belum jelas, padahal fasilitasnya sudah banyak. Sudah ada musola, gudang dan kamar mandi. Kalau dari fasilitas sudah siap,” tambahnya.

Sebenarnya, jika rest area itu segera di manfaatkan banyak dampak positif yang bisa diperoleh. Salah satunya adalah adanya suntikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan bisa mengurangi kemacetan lalu lintas di wilayah kota.

“Kami sudah sering mendesak Dinas Perhubungan (Dishub), tapi tidak diindahkan. Mudah-mudahan segera diresmikan oleh Bupati Pamekasan yang baru,” tutup politisi Demokrat tersebut.

Reporter: Rifqi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.