Pendistribusian Rastra (Foto: Rosy/MM)

Sumenep, (Media Madura) – Pemerintah pusat telah mengubah skema bantuan Raskin menjadi bantuan sosial (Sosial) Rastra. Perbedaannya, Rastra tak perlu lagi ditebus seperti raskin.

Aturannya, setiap bulan, Kepala Desa cukup melaporkan saja ke Bulog melalui kecamatan kapan desa siap menerima kiriman atau distribusi dari Bulog.

“Intinya, Rastra itu gratis…tis…tis, tak ada istilah tebus menebus, oleh Kades atau oleh penerima manfaat,” kata Kasubag Sarana Ekonomi, Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep, Muh. Ardjuhadi, Selasa (16/10/2018).

Sebab, sambung Hadi, selain telah digratiskan oleh pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga telah menyediakan biaya transport dari titik distribusi (balai desa) ke keluarga penerima manfaat (KPM).

“KPM terima beras saja, gratis, tanpa pungutan apapaun. Jika masih ada pungutan sekecil apapun, itu pungli,” tegasnya.

Menurut Hadi, besaran transport tersebut berbeda-beda antar desa yang satu dengan desa yang lain, sesuai dengan klasifikasi atau kondisi wilayah.

“Untuk Desa di kecamatan daratan, Rp 90 per kilogram ribu, kepulauan terdekat yakni Talango Rp 115 ribu per kilogram, desa di Pulau Giligenting, Giliyang dan Pulau Sapudi Rp 170 ribu per kilogram, dan untuk desa di Masalembu, Raas dan Sapeken Rp 220 ribu per kilogram,” terangnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pendistribusian Rastra agar jangan lagi ada pungutan, karena semua biaya mulai dari keluar gudang Bulog hingga di tangan masyarakat sudah terpenuhi.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.