Pamekasan, (Media Madura) – Menjelang putusan sidang kasus Calon legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten, Pamekasan Madura Jawa Timur yang Doble job, pihak pelapor mempunyai keyakinan menang.

Keyakinan tersebut diperoleh lantaran Abdurrahman sebagai pihak pelapor mengaku mempunyai banyak bukti dan telah diserahkan pada majelis sidang.

“Dalam kasus ini kami sangat yakin akan menang. Selain kita mempunyai banyak bukti kami juga mempunyai kekuatan hukum,” terang Abdurrahman, Senin (15/10/2018).

Sebelumnya pihak pelapor menemukan kedua caleg DPRD setempat atas nama Safiuddin dan Abd. Mu’in dari dapil 3 yang saat ini diketahui aktif sebagai pendamping desa.

“Penemuan ini langsung kami laporkan ke KPU Pamekasan beserta bukti-bukti kedua calon saat sedang menggunakan seragam pendamping desa untuk memperkuat bukti,” ucapnya.

Menurutnya ketika penemuan tersebut di benturkan dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) pasal 37 nomor 4 tahun 2018 yang berbunyi ‘Bagi calon yang berstatus sebagai pejabat atau pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), badan usaha milik daerah, badan usaha milik Desa atau badan usaha lain yang anggarannya bersumber dari keuangan Negara, wajib menyampaikan keputusan tentang pemberhentian yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang kepada KPU Provinsi, Kota atau Kabupaten paling lambat 1 hari sebelum penetapan Daftar Calon Tetap (DCT).

“Harus mengundurkan diri dulu paling lambat satu hari sebelum penetapan DCT,” tambahnya.

Sementara itu Ketua KPU Pamekasan Muhammad Hamzah mengatakan bahwa dua caleg yang Doble job lolos DCT tidak menyalahi aturan.

“Kedua Caleg ini tidak melabrak aturan PKPU, karena mereka bukan karyawan tetapi hanya tenaga kontrak,” tegas Mohammad Hamzah.

Reporter: Zubaidi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.