Pamekasan, (Media Madura) – Di Hari Santri Nasional (HSN) tahun ini Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab setempat memakai sarung selama tiga hari.

“Saya mewajibkan semua ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Pamekasan menggunakan sarung selama tiga hari. Hal ini untuk ikut memeriahkan HSN yang jatuh pada 22 Oktober ini,” terang Baddrut Tamam saat menghadiri launching HSN 2018 di kantor PC NU Pamekasan jalan R. Abdul Azis.
Senin (15/10/2018) siang.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini menegaskan, kebijakan menggunakan sarung dari batik lokal Pamekasan tersebut sebagai langkah pengenalan dan kecintaan kepada batik Pamekasan, selain karena memperingati hari santri.

“Nanti ASN yang perempuan ini saya juga wajibkan menggunakan sarung perempuan serta memakai batik tradisional. Hal ini sebagai pengenalan dan kecintaan kita kepada batik tradisional Pamekasan,” tambahnya.

Nantinya sekitar 1000 santri dari berbagai Pondok Pesantren yang ada di Pamekasan akan menggelar kirab dari monumen Arek Lancor dan berakhir di depan kantor Bupati Pamekasan.

Reporter : Zubaidi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.