Tim Verifikator seleksi CPNS 2018 Kabupaten Sumenep sibuk dengan kegiatan verifikasi

Sumenep, (Media Madura) – Berdasarkan data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pelamar CPNS 2018 di Sumenep hingga hari Senin (15/10/2018) per jam 12.00 WIB mencapai 2.647 orang.

“Jumlah tersebut adalah pendaftar akumulasi sejak dibukanya pendaftaran pada 26 September 2018 hingga hari ini jam 12.00 WIB,” terang Kepala BPKSDM Sumenep, Titik Suryati, Senin (15/10/2018).

Namun, meski mencapai ribuan, ternyata jumlah tersebut masih di bawah prediksi. Pasalnya, pendaftar CPNS di Sumenep diprediksi tembus 7000 orang, hal itu bila dibandingkan dengan seleksi CPNS 2014 lalu.

“Memang pendaftar jauh dari prediksi kami. Kami prediksi pelamar bisa mencapai 7000, karena pada tahun 2014 lalu hanya dengan formasi 43 pemdaftar sampai 4.500,” ujar Yatik.

Menurutnya, pendaftaran masih akan dibuka hingga nanti malam jam 24.00 WIB. Setelah itu, pelamar akan diverifikasi untuk kemudian mengikuti tes pada tanggal 23 Oktober mendatang.

“Kita ada 20 tenaga verifikator yang bekerja dari pagi hingga malam. Mereka dideadline memverifikasi data pendaftar hingga tanggal 20 Oktober, baru pada tanggal 23 Oktober akan dilaksanakan tes yang ditempatkan di SKB Batuan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, berdasarkan surat edaran tertanggal 19 September 2018, atas Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor : 331 Tahun 2018 Tentang kebutuhan pegawai Aparatur sipil Negara di Lingkungan Kabupaten Sumenep Tahun Anggaran 2018, maka pemerintah Kabupaten Sumenep membuka Pendaftaran Penerimaan CPNS.

Melalui Keputusan Bupati Sumenep Nomor : 810 / 3s 1 435.203.2 I zot} tanggal 14 September tentang penetapan Alokasi Formasi calon Pegawi Negeri sipil di Lingkungan Pemerintah Kabupaten sumenep Tahun Anggaran 2018, sebanyak 362 dengan rincian sebagai berikut :

Formasi tenaga guru untuk ijazah paling rendah Strata Satu (S-I) sebelum bulan November 2013 total alokasi 163 dengan unit kerja penempatan di lingkungan dinas pendidikan setempat.

Sedangkan untuk guru kelas AHU pertama dengan kebutuhan 40 pelamar, dengan rincian S-I PGSD sebanyak 38 di berbagai sekolah dasar dengan penempatan wilayah kepulauan yang meliputi Kecamatan Kangayan, Raas dan Kecamatan Nonggunong. Sementara untuk guru IPA dan Penjaskes kualifikasi pendidikan S-I, masing-masing hanya untuk 1 orang.

Untuk tenaga kesehatan sendiri, kebutuhan di ujung timur pulau Madura ini relatif banyak, karena mencapai 125 alokasi formasi melalui tiga kualifikasi pendidikan, diantaranya dokter umum (24), dokter gigi (21) apoteker (4), ilmu gizi (1) dan analis kesehatan (4), sementara untuk D-III Keperawatan (58).

Termasuk untuk kualifikasi pendidikan D-III Kesehatan Lingkungan (1) dan D-III Teknik Radiodiaknostik dan Radioterapi/teknik rongen/teknik radionogi/teknik radiodiasnostik/teknik radioterapi (2) dengan penempatan berbagai Puskesmas yang meliputi daratan dan kepulauan.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.