Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Arif Rusdi.

Sumenep, (Media Madura) – Akibat minim perawatan, fasilitas klaster rumput laut di Desa/Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur mengalami kerusakan.

“Ya, setelah kami lakukan survei, ditemukan banyak fasilitas yang rusak, karena sejak 2009 hingga saat ini tidak ada yang menempati,” kata Kepala Dinas Perikanan Sumenep, Arif Rusdi, Senin (15/10/2018).

Menurut Rusdi, jika dilihat sepintas dari luar gedung, klaster yang terbuat dari aluminium tampak bagus. Tapi, sejumlah fasilitas yang terbuat dari bahan besi mulai karatan.

Pemerintah Daerah Sumenep menerima bantuan fasilitas klaster rumput laut itu pada tahun 2013 lalu, dan sejak itu pemanfaatan dan perawatannya dibebankan pada APBD Sumenep.

Sehingga, untuk memaksimalkan fungsi klaster itu, sambung Rusdi, pemerintah daerah telah berupaya untuk menarik investor, namun hingga tahun 2018 ini belum satupun yang berminat mengelola.

“Sebenarnya sudah ada 4 investor, tapi semuanya mengundurkan diri, karena saat melihat kondisi bangunan banyak yang rusak” bebernya.

Padahal, hasil produksi rumput laut di Sumenep sangat besar dibandingkan Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Tahun 2017 saja produksi rumput laut sekitar 530.422 ton dengan luas lahan 287.324 hektar.

“Sayang memang, padahal Sumenep jadi penghasil rumput laut terbesar di Jawa Timur. Tetapi, kami berupaya kedepan agar bantuan itu segera difungsikan,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.