Sampang, (Media Madura) – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kecipratan dana dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2018 sebesar Rp 744 juta.

Dana itu digunakan untuk program pelatihan dan pengadaan bantuan peralatan bagi semua pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada. Kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari Pembinaan Kemampuan dan Keterampilan Kerja Pelaku IKM dan Pengembangan Kapasitas Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK) dan Peningkatan Sistem Produksi IKM.

Kabid Perindustrian Disperdagprin Sampang Imam Rizali menyampaikan, dana ratusan juta tersebut dibagi menjadi dua kegiatan. Yakni, Pembinaan Kemampuan dan Keterampilan Kerja pelaku IKM yang dianggarkan Rp 705 juta. Sementara, Pengembangan Kapasitas Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK) dan Peningkatan Sistem Produksi Rp 42 juta.

Dia menjelaskan, kegiatan pembinaan kemampuan dan keterampilan kerja bagi pelaku IKM dilaksanakan di sejumlah wilayah penghasil bahan baku Industri Hasil Tembakau (IHT) di Kota Bahari. Seperti di Kecamatan Sampang, Torjun, Jrengik, Omben, dan Karang Penang.

Pembinaan tersebut dilaksanakan selama dua kali dalam kurun waktu empat bulan. Pesertanya berjumlah 350 peserta yang dibagi menjadi 17 kelompok sesuia dengan jenis usaha yang dijalani. Pembinaan pertama menghabiskan dana Rp. 160.136.000. Sedangkan, pembinaan yang kedua dianggarkan Rp. 197.293.000.

“Pelatihannya selama lima hari, peserta paling banyak berasal dari Karang Penang,” ujar Imam Rizali, Jumat (12/10/2018).

Dikatakan Imam, dana itu juga digunakan untuk pengadaan sejumlah bantuan peralatan produksi. Misalnya, mesin jahit, alat membatik, alat cetak kue, dan pengemasan plastik untuk IKM makan dan minuman (mamin) atau camilan. Dengan anggaran Rp 344.571.000.
Kelompok IKM mamin yang mendapatkan bantuan ialah Rampak Naong. Kelompok IKM batik yaitu, Indo Busana, Al- Barokah, Nafa Brother’s, Al-Hidayah, Rizquna dan Al-Qomari. Kemudian, IKM konveksi Mala dewa, dan Sumber Barokah.

“Setiap peserta mendapatkan satu unit alat sesuai dengan jenis usaha yang dijalani, kami aktif melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap semua IKM yang mendapatkan bantuan alat produksi,” katanya.

Pihaknya tidak menampik jika sampai saat ini dana untuk kegiatan Pengembangan Kapasitas Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK) dan Peningkatan Sistem Produksi belum terserap. Sebab, kegiatan itu dimasukkan dalam program Pengenalan Standarisasi Produk IKM.

“Kami tidak berani mengalihkan atau memanfaatkan dana itu untuk kegiatan lain, dana itu akan di kembalikan ke kas daerah (Kasda),” ujarnya.

Ditanya terkait dengan pembinaan dan batuan alat untuk kelompok IKM genting. Imam mengatakan, jika pembinaan dan bantuan kepada pelaku IKM genting juga sudah dilaksanakan. Anggaran yang digunakan Rp. 1,4 miliar, sementara bantuan alat yang diberikan berupa mesin hidrolik press.

Kelompok IKM genting yang menerima bantuan alat. Yaitu, HML jaya, Sehat Bersama, Sari Ayu, Super Famili, Ira Putri, Purnama Indah, HS Super, dan Barokah Jaya. Kemudian, Harapan Satu, HMY Putra, Sumber Urip, Putra Pertama dan yang terakhir Usaha Sinar Baru.

“Saat ini alatnya masih dirakit, kemungkinan bantuan akan disalurkan pada November mendatang,” pungkasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.