Ilustrasi

Sumenep, (Media Madura) – Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, jumlah warga yang mengalami gangguan jiwa mencapai 458 orang.

“Warga yang mengalami gangguan jiwa di Sumenep tahun ini ada 458 orang,” terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Kesehatan Masyarakat, Dinkes Sumenep, Kusmawati, Jumat (11/10/2018).

Namun, meski tergolong tinggi, jumlah tersebut menurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab, pada 2016 tercatat sebanyak 510 orang mengalami dan pada 2017 naik menjadi 638 orang.

“Pemerintah telah mengupayakan setiap Puskesmas memiliki Poli Jiwa yang akan membantu memberikan obat jiwa, agar pasien yang ditangani benar-benar sembuh total,” ucapnya.

Menurutnya, rata-rata penderita gangguan jiwa masuk kategori kejiwaan non pasung. Salah satunya disebabkan tidak bisa mengelola emosi dengan baik, faktor lingkungan dan keturunan.

“Sampai saat ini, ada 18 penderita gangguan jiwa yang dipasung, karena dianggap mengganggu ketenangan masyarakat serta kurang percaya pada pengobatan medis,” jelasnya.

Untuk hal itu, Kusmawati meminta pada keluarga untuk aktif membawa pasien ke pelayanan kesehatan serta tidak mendeskriminasikan setelah kembali ke masyarakat.

“Bagi pasien kejiwaan yang parah kami rujuk ke Rumah Sakit Lawang atau RS. Dr. Soetomo Menur Surabaya untuk mendapatkan pengobatan intensif. Agar mereka cepat sembuh,” tukasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.