Rumah rusak milik Abdurrahman di Dusun Wak Duwak, Desa Pancor, Gayam, Sumenep

Sumenep, (Media Madura) – Beberapa warga Desa Gendang Timur, Kecamatan Gayam, Kepulauan Sapudi, Kabupaten, Sumenep, Madura, Jawa Timur khawatir gempa bumi susulan kembali terjadi.

Dikatakan oleh kepala dusun (Kadus) Jate, Murtadha, kejadian itu baru terjadi dan merupakan yang paling besar yang pernah ia rasakan, oleh karenanya ia khawatir ada gempa susulan seperi yang terjadi di daerah lain.

“Sampai saat ini warga kami masih shock dan bahkan ada yang khawatir kembali terjadi seperti di Sulawesi sampai puluhan kali,” katanya, Kamis (11/10/2018) melalui saluran telepon.

Oleh karenanya, tambah pria berkumis tebal itu, warganya memilih mempersiapkan diri dengan tidak berdiam lama-lama dalam bangunan atau rumah.

“Dari tadi malam warga disini tidurnya di halaman atau tanah kosong dengan menggelar tikar, bahkan barang-barang berharganya sudah diamankan,” tambah Murtadha.

Ia menceritakan, gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,3, Kamis (11/10/2018) pukul 01.57 WIB itu, di daerahnya tidak ada korban jiwa, namun hanya terjadi kerusakan ringan seperti lemari dan isi rumah berjatuhan.

“Disini Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, kalau di Desa Prambanan ada korban 3 orang meninggal dunia,” tutur Murtadha.

Sebelumnya, akibat gempa bumi 6,3 Situbondo itu dilaporkan 3 orang meninggal dunia dan beberapa rumah mengalami kerusakan. Daerah yang terparah adalah di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Semenep.

“Sementara yang terdata sudah tiga orang meninggal dunia,” kata anggota Koramil Gayam, Asmaun.

ketiganya adalah Nuril Kamiliya (7) warga Dusun Karang Nyiur, Desa Prambanan, H. Nadhar (55) warga Dusun Jambusok, Desa Prambanan, dan 1 orang dewasa maasih dalam identifikasi.

“Korban meninggal rata-rata akibat tertimpa bangunan yang roboh,” tambah Asmaun.

Selain itu beberapa rumah mengalami kerusakan. Petugas dan BPBD Kabupaten Sumenep masih melakukan pendataan. Kerusakan rumah terdapat di desa Jambuir, Dusun Wak Duwak, Desa Pancor, dan Masjid di Desa Gendang Timur, Kecamatan Gayam, Sumenep.

Selain itu rumah rusak di Dea Kepedi Kecamatan Bluto, Rumah rusak di Desa Kertasada, Kalianget dan Rumah rusak di Desa Nyabakan Timur Kecamatan Batang-batang, Sumenep.

Gempa terasa di seluruh wilayah Jawa Timur meliputi Kabupaten/Kota Situbondo, Jember, Banyuwangi, Lumajang, Kababupat Probolinggo, Kota Probolinggo, Bondowoso, Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Pasuruan  Kota Pasuruan, Kota Batu, Kota Malang,  Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, Kabupaten Mojokerto, dan Kota Mojokerto.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di Sumenep dan Situbondo selama 2-5 detik. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Sedang di daerah lain gempa dirasakan sedang selama 2-5 detik.

Sebelumnya, hingga pukul 02.30 WIB, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyatakan sudah terjadi satu kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,4. Masyarakat diimbau tenang.

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan” kata Rahmat Triyono dalam keterangan rilisnya, Kamis (11/10/2018).

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.