Pamekasan, (Media Madura) – Jumlah kafe di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan dalam setahun terakhir. Keberadaan kafe ini tidak hanya di pusat kota, bahkan di pinggiran kota dan desa.

Kafe-kafe yang berada di Kabupaten Pamekasan ini sudah mengusung konsep dan karakter yang modern. Tidak heran apabila kafe di Pamekasan designnya tidak kalah dengan kafe yang berada di kota-kota besar di Indonesia. Hotel-hotel di Pamekasan juga tidak ketinggalan.

Tidak hanya konsep, tetapi menu dan minuman yang disajikan juga bervariasi. Mulai berbagai jenis kopi hingga jus, termasuk makanan-makanan ringan.

Pengamat Sosial dan Budaya Madura, Moh Faridi menuturkan, banyaknya kafe di Pamekasan sebagai tanda pergerakan ekonomi Pamekasan tetap berjalan dengan baik, terbukti hingga saat ini jumlah cafe terus meningkat dan pengunjungnya ramai.

“Dari sisi kebudayaan, kafe saat ini tidak hanya menjadi ruang bisnis, tetapi menjelma sebagai ruang konsolidasi generasi milenial,” katanya.

Tingginya budaya nongkrong dan konsolidasi di kafe juga tidak lepas dari pertukaran informasi di media sosial di era digital.

Akademisi lainnya Fena Umi Rayna menuturkan, Kabupaten Pamekasan sesungguhnya bukanlah daerah penghasil kopi, tetapi bisnis kafe berkembang cukup pesat. Bisnis kafe hanyalah sebuah tren dan tidak bisa dijadikan indikatot majunya perekonomian.

“Saya kurang setuju kalau bisnis kafe dijadikan indikator majunya perekonomian suatu daerah, pasalnya kafe bukan bisnis vital yang dapat mencerminkan suatu perekonomian meningkat, mengingat Pamekasan bukan daerah penghasil kopi,” katanya.

Dikatakan, perkembangan bisnis kafe di Pamekasan hanyalah sebuah tren. Di mana produk bisnis utamanya bukanlah kopi, melainkan tempat dan fasilitas pemuda untuk berinteraksi.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menuturkan, ia sangat mendukung dan mendorong setiap ikhtiar masyarakat dalam rangka mendorong peningkatan perekonomian Pamekasan.

“Jadi kami akan terus mendukung setiap ikhtiar masyarakat, selama dalam ikhtiar itu tidak melanggar hukum dan aturan yang ada,” katanya ditemui usai sidamg Paripurna di kantor DPRD setempat. Selasa (09/10/2018) siang.

Mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur ini juga menegaskan, banyaknya usaha dan bisnis di kabupaten yang dipimpinnya itu menandakan bhawa perekonomian berjalan dengan baik.

Bahkan, sesuai dengan visi-misi yang diusungnya, pemerintah kabupaten akan terus mendorong adanya usaha kreatif, ekonomi produktif yang tumbuh di kalangan masyarakat bawah.

“Semakin banyak kafe, semakin banyak rumah makan, ini semakin bagus. Menandakan bahwa daya beli masyarakat bagus,” pungkasnya.

Reporter : Ist
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.