Manajer PS HW Pamekasan, Ismail saat memberikan arahan kepada pasukannya

Media Madura – Persatuan Sepak Bola Hizbul Wathan (PS HW) Pamekasan, Madura bakal mengikuti turnamen Piala Rektor UMM 2018 di Malang, Jawa Timur.

Hal itu diungkapkan Manajer PS HW, Ismail. Menurutnya, turnamen tersebut mempertandingkan kelompok usia 11 tahun.

“Insya Allah, nanti tanggal 19-21 Oktober ada turnamen Piala Rektor UMM di Malang, itu meliputi Jawa dan Bali. Pesertanya itu sebanyak 99 klub U-11, kata Ismail kepada mediamadura.com, Senin (8/10/2018).

Dijelaskan, PS HW Pamekasan menjadi satu-satunya Sekolah Sepak Bola (SBB) yang mewakili Madura dalam turnamen tersebut.

“Insya Allah, kalau tidak salah se Madura, Pamekasan SSB HW yang ikut dari 99 klub itu,” terang pria yang juga Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Pamekasan tersebut.

Kendati demikian, Ismail enggan mematok target juara dalam turnamen tersebut. Ismail berharap PS HW Pamekaaan mendapat pengalaman dan pelajaran karena mereka akan menghadapi lawan-lawan yang berat.

“Bukan juara yang kami inginkan, kami ingin anak-anak mengasah mental dan mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Kami mohon dukungam warga Madura, khususnya Pamekasan,” terangnya.

Sekolah Sepak Bola (SSB) di bawah binaan PS HW Pamekasan diisi kelompok usia U-8, U-11, U-14, U-16, dan U-17. Menurut politisi Partai Demokrat itu, seluruh siswa yang mengenyam pendidikan sepak bola di SSB PS HW mayoritas anak muda Gerbang Salam.

“Murni anak-anak Pamekasan dari beberapa sekolah. Jadi kurang lebih ada sekitar 50 sampai 60 siswa yang kita bina di SSB HW ini. Yang banyak itu U-11, U-13 dan U-17,” ujarnya.

Menjalankan perannya sebagai manajer, Ismail bertekad mencetak pemain muda berbakat dari Pamekasan. Ismail ingin melihat ada pemain dari Madura masuk skuad timnas Indonesia di masa mendatang.

“Satu hal yang penting bagi saya. Saya ingin khusus di Pamekasan ini ada anak yang main di pentas nasional, artinya ada pemain yang masuk timnas. Baik timnas U-16, U-17 atau U-19,” ungkapnya berharap.

“Karena sesungguhnya sepak bola dimulai dari usia dini tidak bisa spontanitas langsung jadi pemain profesional. Mental, fisik dan skill pemain PS HW masih terus dibina karena ini yang penting bagi saya,” ulas Ismail.

Mantan aktivis PMII ini juga membeberkan bahwa keberadaan Madura United mampu memotivasi talenta-talenta muda di Pamekasan untuk menjadi pemain hebat. Harapannya, suatu saat bisa dilirik oleh tim pelatih Laskar Sape Kerrab.

“Jujur saja, anak-anak saat ini termotivasi karena Madura United. Saya berharap ada pembinaan dari Madura United karena ini demi sepak bola Madura. Saya berharap ke depan ada kerja sama dari segala macam hal,” pungkas Ismail.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.