Sampang, (Media Madura) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menganggarkan Rp 1.681.023.386 dalam program pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH).

Program ini dianggap penting demi menciptakan lingkungan Kota yang bersih, hijau dan lestari, serta untuk bisa meraih gelar Adipura.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DLH Sampang Misdi, mengatakan dana miliaran itu digunakan untuk program penataan RTH Rp. 99.051.596, program pemeliharaan RTH Rp. 1.352.144.790, dan peningkatan peran serta masyarakat dalam dalam pengelolaan RTH dengan anggaran Rp 229.827.000.

“Anggaran ini sudah digunakan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan, program RTH sudah berjalan maksimal, kami optomistis Sampang tahun ini bisa meraih penghargaan Adipura,ā€ ungkap Misdi, Jumat (5/10/2081).

Menurutnya, keyakinan meraih Adipura, salah satunya diwujudkan dengan mempercantik wilayah Kota. Misalkan, dengan memasang lampu hias di sejumlah taman dan jalan protocol. Kemudian, melengkapi sarana prasarana Taman Kota, dan menjaga kebersihan dan kelestarian di kawasan perumahan dan permukiman.

“Upaya lainnya juga dengan melakukan penataan PKL dan pengecatan median jalan yang bekerja sama dengan Satpol
PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang,ā€ ujarnya.

Penilaian Adipura dilakukan di beberapa titik. Antara lain, kebersihan jalan, saluran drainase, perumahan, taman kota, pelabuhan, pasar, bantaran sungai, dan tempat pembuangan akhir (TPA) Sampah. Sedangkan, penilaian kedua dilakukan di kantor dinas, rumah sakit, puskesmas, dan lembaga pendidikan.

Pada penilaian tahap pertama dan kedua hasilnya cukup memuaskan. Pihaknya, bersama sejumlah dinas terkait yang tergabung dalam tim terus mempercantik semua poin yang akan dinilai oleh tim Kementiran Lingkungan Hidup sesuai dengan tupoksi masing-masing.

“Ini semua dilakukan untuk persiapan penilaian Adipura, tapi hal itu memang sudah masuk dalam program kerja masing-masing dinas,” kata Misdi.

Menurut dia, masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan untuk bisa meraih Adipura. Bukan masalah kebersihan suatu tempat, tetapi dukungan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Masyarakat perlu diberikan sosialisasi dan pemahaman mengenai kebersihan. Sejatinya, kebersihan itu bukan milik pemda atau DLH. Kebersihan adalah milik semua warga, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Jika ingin menjadikan Sampang sebagi kota bersih dan ramah lingkungan. Peran serta masyarakat yang andil untuk mewujudkan keinginan tersebut.

“Sementara DLH hanya berperan sebagai dinas yang diamanahkan untuk memberi bimbingan dan pembinaan kepada masyarakat tentang kebersihan,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Sampang Shohebus Sulon, menuturkan tahun ini Kota Bahari ini bisa mendapatkan Adipura. Sebab, sudah sejak 3 tahun lalu Sampang selalu gagal meraih penghargaan.

“Ya harus bisa dapat, Sampang sudah lama tidak dapat penghargaan membanggakan itu,ā€ tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.