Kamar bangunan yang dijadikan tempat prostitusi dibongkar Satpol PP Sampang, Kamis (4/10/2018) pukul 11.00 WIB. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, melalui Satpol PP membongkar dua bangunan kamar yang dijadikan tempat praktik prostitusi di Dusun Sumber Otok, Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kamis (4/10/2018) siang.

Pembongkaran dilakukan sebagai langkah tegas pemerintah dalam memberantas berbagai penyakit masyarakat. Menyusul, tempat lokalisasi ini berdiri diatas lahan milik pemerintah provinsi, yang seharusnya dijadikan hutan lindung.

Kepala Satpol PP Sampang Kusno Abdullah, melalui Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Choirijah, mengatakan bangunan yang dibongkar tersebut karena selama ini dijadikan bilik kamar esek-esek dan meresahkan warga sekitar. Sedangkan untuk bangunan yang dijadikan tempat karaoke tidak dilakukan pembongkaran karena beberapa pertimbangan pemilik.

“Kamar esek-esek dibongkar, tapi bangunan ditempati karaoke tidak, karena pemiliknya mau bongkar sendiri untuk bahan material dijadikan dapur rumah,” katanya ditemui di lokasi, Kamis (4/10/2018).

Menurut Choirijah, Satpol PP tetap melakukan pengawasan untuk bangunan karaoke serta memberikan batas waktu 10 hari kepada pemiliknnya, H. Sanidi (50) warga Dusun Sumber Otok. Jika kemudian hari tidak dibongkar, maka terpaksa pemerintah turun tangan.

“Kami berharap pembongkaran lokalisasi dapat menciptakan situasi kamtibmas dan mencegah keresahan masyarakat,” ujarnya.

Dalam razia ini melibatkan tim gabungan, terdiri TNI, Polri, beserta jajaran Muspika setempat.

Kepada petugas, pemilik menerima atas pembongkaran tersebut karena bangunan sekaligus dijadikan tempat tinggal itu menyalahi aturan yang bertentangan.

“Iya gak apa-apa memang bersalah dan akan merubah jualan kopi biasa nanti,” terang H. Sanidi.

Di tempat yang sama, Kasi Penyidik dan Penindakan Satpol PP Sampang Moh Jalil, menambahkan sebelum dilakukan pembongkaran pemerintah sudah melakukan langkah-langkah penindakan kepada pemilik.

“Tahap pertama hingga ketiga sudah dilakukan peringatan agar pemilik membongkarnya, bahkan kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi mengingat lahan yang ditempati berdiri dilahan provinsi,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.