Sejumlah pejabat mengikuti sosialisasi wajib lapor LHKPN di Pendopo Sampang, Rabu (3/10/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut pergerakan harta kekayaan pejabat ASN Sampang, Madura, Jawa Timur stagnan. Hal ini diketahui dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) setiap tahunnya.

“Pergerakan harta kekayaan ASN Sampang tidak ada perubahan dan lonjakan drastis,” terang Bagian Spesialis Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN KPK, Andika Widiarto di Sampang.

Andika mengatakan, data LHKPN pejabat eksekutif di Sampang yang sudah masuk ke KPK sudah 70 persen, sisanya belum melakukan wajib lapor. Penyetoran LHKPN bertujuan untuk melakukan pencegahan tindak pidana korupsi.

“Dalam LHKPN ini ranahnya untuk pencegahan bukan penindakan, artinya bukan menyatakan benar atau salah, yang penting lapor dulu, perkara nantinya ada masalah baru LHKPN datanya diminta,” ujarnya.

Terpisah, Penjabat (Pj) Bupati Sampang Jonathan Judianto, meminta seluruh ASN segera melengkapi berkas untuk melakukan pelaporan harta kekayaan sebelum akhir tahun. Mengingat, hal ini menjadi kewajiban bagi pejabat negara.

“Harus segera itu dilaporkan karena sudah kewajiban,” singkat Jonathan.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.