Ketua Komisi III dan anggotanya saat meninjau progres proyek

Sumenep, (Media Madura) – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan peninjauan pengerjaan proyek ruang terbuka hijau (RTH) eks Tajamara, Rabu (3/10/2018).

Proyek tersebut sebelumnya pernah mandek karena kontraktornya diputus kontrak gara-gara tidak mampu menyelesaikan proyek sesuai tenggang waktu yang sudah ditentukan.

Ketua Komisi III, Dulsiam mengatakan, proyek pembangunan RTH eks Tajamara itu merupakan sebuah kelanjutan dari pengerjaan yang sebelumnya.

Proyek nenilai Rp 4 miliar itu, sudah dikerjakan oleh kontraktor sebelumnya yang tingkat pengerjaannya mencapai 58 persen, dan sisa 42 persen dikerjakan oleh kontraktor yang baru dengan anggaran baru pula Rp 1,46 miliar.

“Kontraktor yang sekarang ini hanya melanjutkan dari sisa pengerjaan sebelumnya yang tidak mampu dituntaskan,” terangnya.

Politisi PKB itu menyebutkan, meskipun dengan anggaran yang relatif kecil ini, pihaknya berharap pihak kontraktor mampu menyelasaikan proyek RTH eks Tajamara tepat waktu, yakni tanggal 21 Desember 2018.

“Karena jika sampai putus kontrak lagi, yang rugi bukan hanya pemerintah tapi kita semua masyarakat. Makanya, kami harap kontraktor mampu menyelasikan sebelum kontrak habis,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak kontraktor CV. Surya Abadi melalui Pelaksana Teknis, Feni Adriana menyatakan optimis mampu menyelasaikan proyek tersebut dengan anggaran yang relatif kecil tersebut.

“Kami usahakan selesai sesuai deadline yakni dalam waktu 90 hari,” kata Fenipada awak media.

Feni menambahkan, untuk memaksimalka pekerjaan proyek tersebut, pihaknya akan menambah tukang dan menerapkan pekerjaan lembur.

“Kan yang belum selesai tingal finising gedung sourum, MCK, pompa dan pertamanan. Jadi kami yakin hal itu selesai sebelun masa kontrak habis”, pungkasnya. 

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.