Ilustrasi

Sampang, (Media Madura) – Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang, Ach Fauzan, mengungkapkan pendapatan pembayaran dari seluruh pelanggan perusahaan air minum di wilayahnya sekitar Rp 1 miliar per bulan, jika diakumulasikan selama setahun sebesar Rp 12 miliar.

“Omset kita per bulan 1 miliar dari pelanggan se-Kabupaten Sampang, itu sudah termasuk untuk pembayaran tunggakan pelanggan,” ujar Ach Fauzan ditemui disela-sela menghadiri rapat di kantor DPRD Sampang, Rabu (3/10/2018).

Fauzan bilang, dari omset Rp 1 miliar per bulan tersebut masih dipotong untuk pembayaran operasional perusahaan serta retribusi ke PAD sebesar 50 persen. Tahun ini, targetnya sekitar Rp 220 juta.

“Jadi setelah dihitung kira-kira keuntungannya Rp 400 jutaan, tapi kita belum tahu tahun ini bisa mencapai target PAD atau tidak karena masih sisa 3 bulan berjalan,” terangnya.

Dijelaskannya, total pelanggan PDAM di Kabupaten Sampang ada 11.250 pelanggan yang aktif. Kemudian, pelanggan non aktif alias tutup sementara ada 3 ribuan.

Kategori pelanggan aktif seperti tidak ada hambatan penyaluran air PDAM. Sedangkan, non aktif adanya kendala tunggakan dan air tidak normal.

“Mereka yang non aktif ini tidak bayar tagihan air sehingga ditutup sementara sampai rekening pembayaran dibuka kembali, resiko penutupan atas tunggakan bisa 3 bulanan,” tuturnya.

Selain itu, Fauzan menerangkan tunggakan pelanggan semakin menurun dibandingkan tahun 2017 mencapai 800 juta. Tahun 2018, tunggakan menjadi 600 juta. Upaya yang dilakukan PDAM ini karena menjalankan alat Mobile Matering Reading (MMR). Program itu guna memudahkan pelanggan dalam pembayaran atau pelunasan tunggakan.

“Upaya kami sekarang jemput bola, pelanggan didatangi petugas resmi ke rumahnya dengan alat MMR, jadi nanti bisa bayar di tempat ketika mau ditutup,” pungkasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.