TAMPAK ATAS: Lokasi waduk Nipah di Kecamatan Banyuates Kabupaten Sampang. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Pengembangan pariwisata di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, semakin buram. Hingga kini, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang rencana induk pariwisata daerah (RIPDA) tahun ini tak kunjung selesai.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sampang Aji Waluyo, mengatakan pembahasan Raperda RIPDA masih proses revisi. Namun, penyelesaian rencana itu masih berada di Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda).

“Soal RIPDA itu masih ditangani Bapelitbangda, silahkan tanyakan kesana sejauh mana selesai apa belum, sekarang ini masih direvisi lagi,” singkat Aji Waluyo dihubungi, Senin (1/10/2018).

Saat dikonfirmasi melalui telepone Kepala Bapelitbangda Sampang Tony Moerdiwanto, tidak memberikan jawaban meski nomor yang biasa dihubungi bernada aktif. Pesan singkat dilayangkan juga belum direspon.

Diketahui sebelumnya, pengembangan potensi pariwisata di Pulau Madura khususnya Kabupaten Sampang terus digencarkan oleh Kementerian Pariwisata RI.

Beberapa waktu lalu, Kemenpar memberikan pelatihan dasar Sumber Daya Manusia Kepariwisataan bagi sejumlah mahasiswa di Sampang melalui kegiatan Goes to Campus 2018.

Kepala Subbidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata Kementerian Pariwisata RI Robby Hasan di Sampang, menyampaikan pemberian pelatihan kepada akademisi tersebut kedepannya sebagai generasi milenial dapat melakukan inovasi dan terobosan dalam perkembangan di dunia pariwisata.

“Sebenarnya potensi pariwisata di Sampang yang perlu dikembangkan adalah wisata religi, sehingga bisa dijadikan ikon daerah, apalagi adanya Heritage atau warisan yang sudah ada semenjak 2 abad,” ungkap Robby.

Dia berharap, potensi wisata Kabupaten Sampang bisa ditonjolkan sendiri oleh masyarakat. Sehingga kedepan daerah Kota Bahari ini siap dijadikan destinasi pariwisata yang bisa diperhitungkan untuk para wisatawan.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.