Aksi solidaritas Gusdurian Sumenep, Madura untuk korban gempa Donggala dan Tsunami Palu

Sumenep, (Media Madura) – Dua orang yang merupakan pasangan suami istri (Pasutri) asal Kecamatan/ Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur dikabarkan menjadi korban gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Kedua korban tersebut atas nama Suhairi dan Hamidah, warga Desa Tonduk, Kecamatan Raas. Mereka merupakan warga rantau di Palu, dan dikabarkan meninggal dunia.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, dua orang yang masih tercatat warga Raas telah menjadi korban gempa di Palu,” kata tokoh masyarakat Kecamatan Raas, Zainul, Selasa (2/10/2018).

Tidak hanya Suhairi dan Hamidah saja yang diduga menjadi musibah bencana alam tersebut. Tetapi warga Raas lain atas nama Hairus yang bekerja dengan kedua pasutri itu dinyatakan hilang.

“Saat kejadian, Hairus kabarnya sedang bersama kedua korban meninggal di tempat yang sama. Tapi baru dua jenazah pasangan suami istri itu yang ditemukan,” terangnya.

Diceritakan, awalnya mereka berhasil keluar dari tempat tinggal saat terjadi guncangan gempa. Setelah merasa aman, mereka kembali lagi ke rumah untuk mengambil barang. Tetapi nahas, saat itu juga terjadi tsunami.

Disamping dua korban meninggal dan satu hilang, warga Pulau Raas yang berada di Palu masih ada sekitar 100 orang yang hilang kontak.

“Sebagian besar hilang kontak, tapi ada juga yang sudah berhasil dihubungi dan selamat. Kami berharap saudara-saudara kita yang bekerja disana dalam keadaan baik-baik saja,” tandasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.