Korban penganiayaan didampingi orangtuanya melapor ke Polsek Kota Sampang. Selasa (2/10/2018) siang. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Seorang siswa asal Desa Kamoning, Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, menjadi korban penganiayaan oleh orangtua teman sekelasnya.

Peristiwa terjadi di halaman sekolah korban di SMP Sabilillah Jalan Rajawali pada Selasa (2/10/2018) pagi pukul 06.30 WIB.

Akibatnya, Riyan Bahrullah (13) mengalami luka memar dibagian wajahnya. Tak terima anaknya dianiaya, Hoirul Kiromi dan Holifah, orangtua korban langsung melaporkan ke Polsek Kota.

Menurut paman korban, Akrom (30) mengatakan keponakannya itu dianiaya oleh Jaelani (45), orangtua Furqon (13) warga Desa Aeng Sareh. Penyebab penganiayaan itu gara-gara hal sepele, yakni tali sepatu.

Saat itu, korban tengah duduk dibangku kelas 1 SMP itu menjemur sepatu basah di halaman sekolah. Entah disengaja atau bercanda tali sepatu milik Riyan hilang dan diambil oleh rekan sekelasnya, Furqon. Hal itu juga dibenarkan oleh teman korban lainnya.

“Karena tali sepatu diambil Furqon, sehingga koponakan saya itu minta ganti rugi sebesar Rp 10 ribu,” ucapnya, Selasa (2/10/2018).

Kemudian, Furqon memberikan uang ganti rugi kepada korban. Namun, orangtua Furqon tak terima karena dimintai uang oleh Riyan. Sehingga, Jaelani mendatangi Riyan ke sekolahnya dan memukul hingga memar.

“Sehabis pulang sekolah korban memberitahu ke orangtuanya, maka itu orangtua korban lapor ke polisi,” jelasnya.

Keluarga korban berharap agar polisi menindaklanjuti laporan penganiayaan tersebut demi proses keadilan.

Sementara itu, Kapolsek Kota Sampang AKP Iqbal Gunawan membenarkan keluarga korban melapor penganiayaan terhadap anak dibawah umur. Namun, dia menyarankan agar mengkonfirmasi ke Polres Sampang.

“Tapi silahkan rekan-rekan konfirmasi ke Polres, karena saya tidak punya ijin dari Bapak Kapolres, apalagi nanti mau diserahkan kesana,” tutur Iqbal.

Usai laporannya diterima, Polsek Kota kemudian mengalihkan penanganan kasus tersebut ke Polres Sampang karena pertimbangan tak ada penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Polsek Kota Sampang.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.