Kapolres menunjukkan barang bukti yang dipakai pelaku menghabisi korban

Sumenep, (Media Madura) – Dalam beberapa pekan terakhir, isu santet yang berujung hilangnya nyawa merebak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Betapa tidak, di waktu yang nyaris bersamaan, dua kasus dengan motif sama terjadi, bahkan dua nyawa orang melayang sia-sia.

Pertama, kasus tersebut terjadi di Dusun Pasar Pao, Desa Pasareman, Kecamatan Arjasa dengan korban Fuiya (57), dan di Desa Timur Jang-jang, Kecamatan Kangayan dengan korban TS (60).

Untuk kasus kedua, polisi berhasil menangkap pelaku dengan cepat, karena kejadiannya terjadi di rumah pelaku, yakni Nopsi (45). Menurut polisi peristiwa tersebut tanpa direncanakan.

Isu Santet Makan Korban Lagi di Sumenep, Seorang Kakek Tewas Dianiaya

Tetapi, yang cukup mengejutkan adalah saat polisi berhasil mengungkap pelaku dan motif pembunuhan di kasus pertama dengan korban Fuiya.

Diduga Dukun Santet, Ibu Ini Dibunuh Secara Sadis

• Pelaku Masih Dibawah Umur

Dari tiga orang diduga pelaku, satu diantarnya anak dibawah umur. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu MH (19), SN (32) dan MZ (17), semuanya merupakan warga Desa Paseraman.

“MH ini masih sekolah SMA kelas III. Sementara MZ juga masih duduk di bangku SMA kelas II,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Fadhilah Zurkarnain dalam press rilis, Selasa (2/10/2018).

“Korban dibunuh usai datang dari pengajian di belakang rumahnya dengan menggunakan celurit,” bebernya lagi.

• Pembunuhan Berencana

Kapolres menyatakan, pembunuhan tersebut termasuk berencana. Karena, niat korban sudah muncul sejak ia pulang sekolah, kemudian ia merencanakan pembunuhan tersebut dengan mengajak kedua rekannya.

Menurutnya, mereka mempunyai peran berbeda saat aksi pembunuhan yang terjadi pada Kamis (20/9/2018) lalu. MH berperan sebagai ekskutor, lalu MZ bertugas memantau korban dan SN berperan sebagai pengantar MH ke tempat kejadian perkara (TKP).

• Niat Pelaku hanya Berdasarkan Mimpi

Menurut Kapolres, motif pembunuhan itu dipicu masalah dendam pribadi. Yakni, kakak MH meninggal dunia yang diduga karena disantet oleh korban.

“MH menduga korban tukang santet. Karena Kakak dan kedua orang tua MH meninggal dunia karena sakit yang tidak wajar. Dan MH sering bermimpi didatangi pelaku,” ucap Fadhilah.

Saat ini ketiga pelaku diamankan di Mapolres Sumenep guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara tersangka yang diketahui masih dibawah umur mendapat perlakuan khusus dibandingkan tahanan lain.

“Tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati, atau penjara seumur hidup, atau penjara paling lama dua puluh tahun,” tukasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.