Pamekasan, (Media Madura) – Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail menanggapi secara serius rencana Bupati Pamekasan Baddrut Tamam yang ingin menaikkan pajak dan retribusi daerah.

Politikus partai Demokrat ini tidak setuju dengan rencana menaikkan pajak dan retribusi tersebut. Bahkan bupati diminta untuk mengkaji ulang atas rencana kebijakan tersebut.

“Perlu kajian ulang sebelum merealisasikan itu. Apalagi situasi negara saat ini sedang mengalami masalah ekonomi yang sangat sakit, serta ada beberapa subsidi yang ditarik oleh pemerintah seperti subsidi BBM dan Listrik,” terang Ismail. Jumat (28/9/2018)

Ismail menilai kalau Bupati jadi menaikkan pajak dan retribusi, hal itu akan sangat membebani terhadap masyarakat Pamekasan.

“Walupun itu niatnya untuk meningkatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Pamekasan. Tetapi menurut saya masih banyak cara yang bisa dilakukan, ada intensifikasi dan ekstensifikasi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan PAD ini,” ucapnya.

Menurutnya, solusinya bukan menaikkan tetapi dengan cara mencari sumber – sumber PAD yang baru, yang masih ada kebocoran di beberapa retribusi dan pajak yanga ada di Pamekasan, seperti hotel, restoran dan di beberapa pasar.

“Saya melihat masih banyak terjadi kebocoran di beberapa retribusi, misalnya hotel, restoran dan pasar. Ini yang perlu diidentifikasi sebenarnya oleh bupati dan beberapa jajarannya, bukan menaikkan pajak dan retribusi biar tidak membebani terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya Bupati Pamekasan Baddrut Tamam berencana menaikkan pajak dan retribusi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Pamekasan.

Diantaranya pelayanan kesehatan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) retribusi Pajak Restoran dan hotel, serta retribusi pelayanan kesehatan.

Reporter : Zubaidi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.