Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Bambang Prayogi

Sumenep, (Media Madura) – Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, Bambang Prayogi meminta pemanfaatan dan pengelolaan bangunan yang selama ini dinilai mangkrak.

Sebab, di kabupaten ujung timur pulau Madura ini diperkirakan banyak bangunan mangkrak, khususnya yang dibangun melalui dana APBN, namum tidak difungsikan oleh pemerintah daerah.

Bahkan, sebagian bangunan itu banyak rusak sebelum dinikmati oleh masyarakat sebagai objek kegiatan pemerintah, seperti Kluster di Kecamatan Batuan, Silo Beras di Ganding, Silo Jagung di Kecamatan Bluto dan sejumlah bangunan lainnya.

Bangunan tersebut diketahui sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu, namun tidak dimanfaatkan. Sehingga, keberadaanya terkesan membuang-buang anggaran.

“Saya sangat menyesalkan sejumlah bangunan melalui APBN miliaran rupiah ternyata tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat Sumenep. Sebab, keberadaanya tidak dimanfaatkan, dan malah terkesan dibiarkan,” ujar Bambang.

“Kami tidak tahu alasan pasti mengapa gedung itu hingga saat ini dibiarkan mangkrak, atau memang sengaja, yang terpenting proyek tersebut sudah jalan dan dilaksanakan dengan wujud bangunan meski tidak ada pemanfaatan,” sambung politisi PDI Perjuangan itu.

Sebenarnya, sambung dia, bangunan itu sangat bisa digunakan oleh pemerintah untuk mengelola rumput laut untuk produksinya, termasuk dua silo di Kecamatan Ganding dan Bluto tersebut.

“Yang terpenting ada kemauan pemerintah untuk memanfaatkannya. Sumenep masuk kategori memiliki budi daya rumput laut melimpah, padi dan jagung juga melimpah,” ungkapnya.

Memang, menurut Bambang, pihaknya mendengar informasi jika kluster mau dimanfaatkan dengan menggandeng pihak investor. Namun, faktanya hingga saat ini belum ada kejelasan untuk tindak lanjut pengelolaanya.

“Ternyata hingga saat ini juga tetap dibiarkan mangkrak, dan belum juga ada pengelolaannya. Kami kira jika menggandeng investor akan lebih mudah menggunakannya pemanfaatan gedung tersebut, yang terpenting jelas perjanjiannya,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya mendesak pihak terkait untuk memikirkan pemanfaatan gedung dimaksud. Bangunan itu sudah dibangun beberapa tahun lalu, apabila tidak dimanfaatkan maka bisa jadi akan rusak parah dan tidak bisa digunakan sama sekali.

Sementara Kepala Dinas Perikanan, Arief Rusdi menjelaskan, pihaknya tetap berupaya untuk memanfaatkan kluster di Batuan itu, dan pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan sejumlah investor, namun hingga saat ini masih belum ada yang memastikan.

“Fasilitas di sana sudah banyak rusak. Jadi, Investor angkat kaki. Sebenarnya signal untuk dikelola investor ada, namun saat kroscek ke lokasi malah mundur,” ujar mantan kepada Dinas Peternakan ini.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.