Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim

Pamekasan, (Media Madura) – Penantian panjang akhirnya terjawab. Kini, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan, Jawa Timur statusnya akan diresmikan menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura.

Kepastian itu, setelah terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun tentang IAIN Madura. Yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (5/4/2018) kemarin.

Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim membenarkan perihal alih status STAIN Pamekasan menjadi IAIN Madura.

“Alih status STAIN menjadi IAIN sudah terjawab dengan terbitnya Perpres Nomor 38 Tahun 2018 tentang IAIN Madura,” kata Pak Kosim sapaan akrab Mohammad Kosim kepada media di Pamekasan, Jumat (6/4/2018).

Selanjutnya, pihaknya menunggu legalitas dari Kemenkum HAM berwujud perundangan-undangan atas Perpres yang dimaksud.

“Jika sudah diundangkan, maka Perpres tersebut secara resmi berlaku,” Pak Kosim menjelaskan.

Dijelaskan pula, setelah semuanya rampung, maka IAIN Madura tinggal menunggu peresmian dari pemerintah pusat.

Transformasi STAIN menjadi IAIN membutuhkan perjalanan panjang. Prosesnya terbilang alot.

Wacana ini sudah ada sejak kemimpinan yang sebelumnya, dan akan diresmikan di bawah kepemimpinan yang sekarang.

Untuk itu, Pak Kosim berucap syukur atas kerja keras semua warga kampus yang telah berkomitmen meng-goalkan alih status kampus yang berlokasi di Jalan Raya Panglegur KM. 04 itu.

“Kami hanya meneruskan dan merealisasikannya. Alhamdulillah (bisa terwujud),” pungkasnya.

Reporter: Zainol
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan