Pamekasan, (Media Madura) – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar dialog Hukum Nusantara dengan menghadirkan Artidjo Alkostar di auditorium kampus yang beralamat di Jalan Raya Panglegur KM 4 Pamekasan, Sabtu (17/3/2018).

Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh maupun pakar hukum di Madura. Termasuk jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Pamekasan. Selain itu hadir sejumlah pakar maupun praktisi hukum, di antaranya Kepala Pengadilan Negeri Pamekasan, Kepala Kejari Pamekasan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pamekasan, Kepala Bagian Hukum Pamekasan, dan Ketua Komisi I DPRD Pamekasan dan lainnya.

Tapak hadir pula seluruh jajaran pimpinan kampus, mulai dari Ketua STAIN Pamekasan, Mohammad Kosim beserta jajaran pimpinan lainnya, serta jajaran ketua jurusan hingga ketua program studi termasuk para mahasiswa.

Kegiatan ini mengusung tema “Penegakan Hukum Korupsi dan Perlakuan Hukum bagi Whistle Blower and Justice Collaboration”.

Dalam sambutannya Ketua DEMA STAIN Pamekasan Atiqurrohma, berharap dengan adanya acara seperti ini penegakan hukum di Indonesia khusunya di Kabupaten Pamekasan tidak seperti belati, tajam ke bawah, tumpul ke atas.

“Kita itu hidup di negara hukum, tidak ada orang yang kebal hukum di negeri kita ini sekalipun itu Presidan atau penegak hukum itu sendiri. Jadi mari kita tegakkan hukum di indonesia ini. Jangan hanya pada rakyat saja kecil saja hukum itu ditegakkan,” katanya di depan seluruh tamu undangan yang hadir.

Lebih lanjut ia berharap agar ke depan Madura pada umumnya tidak lagi menjadi bidikan hukum.

“Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini Madura khususnya Pamekasan tidak lagi menjadi incaran atau bidikan (hukum) dalam skala nasional. Serta suatu pembelajaran bagi seluruh mahasiswa yang hadir agar bisa belajar dan melihat apa itu fugsi hukum yang sebenarnya,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.