KH. Muhelis Asrori

Pamekasan, (Media Madura) – Setelah sehari sebelumnya Lurah Lawangan Daya, meminta kasus pembunuhan Sri Banowati Ningsih (52) untuk cepat diungkap, kini giliran tokoh masyarakat setempat yang menuntut pihak Polres Pamekasan.

“Sampai saat ini di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) keadaannya mencekam, bahkan mantunya sendiri takut untuk tinggal di sana hingga merembet pada tetangganya yang berniat pindah ke desa lain,” ungkap KH. Muhelis Asrori tokoh masyarakat Lawangan Daya, Jumat (9/3/2018).

Menurutnya, pihak kepolisian hanya memberikan harapan dengan mengatakan untuk selalu optimis bahwa kasus tersebut akan segera terungkap. Tapi sampai saat ini tidak ada titik terang dengan kasus itu.

“Masyarakat sekarang sudah tahu sejauh mana optimis itu, padahal kasus pembunuhan tersebut sudah lebih dua bulan tapi masih belum ada kejelasan yang pasti,” tambahnya.

Bahkan, menurut dia, masyarakat sampai mempunyai rencana untuk melakukan audiensi atau melakukan pengaduan agar pihak kepolisian bekerja secara efektif dan menjelaskan kepada masyarakat perkembangan dari kasus tersebut.

“Harapan kami semoga pelaku cepat ketangkap, padahal kalau saya lihat di TV atau surat kabar lainnya kasus pembunuhan seperti ini cepat terungkap, tapi kok di sini lama, ada apa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Banowati Ningsih ditemukan tewas bersimbah darah di depan kamar mandi di dalam rumahnya di Kelurahan Lawangan Daya Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur pada, Senin (29/1/2018) lalu.

Kasus pembunuhan isteri pegawai Dishub Pamekasan ini pihak kepolisian telah memeriksa 15 orang saksi. Anehnya, perkembangan kasusnya tak kunjung ada kejelasan.

Reporter: Zubaidi
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan