Bupati Sampang Fadhilah Budiono (Dok: Humas Pemkab Sampang).

Sampang, (Media Madura) – Masa jabatan Bupati Sampang Fadhilah Budiono akan berakhir pada pertengahan bulan ini, tepatnya pada 26 Februari 2018. Dalam sisa kurung waktu tiga hari kepemimpinannya masih banyak menyisakan pekerjaan rumah.

Sekretaris Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Tamsul, mengungkapkan persoalan menonjol yang belum tercapai adalah dalam pengentasan kemiskinan. Pasalnya, masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan tak kunjung mengalami penurunan.

“Tingkat kemiskinan di Kabupaten Sampang ini tertinggi di Jawa Timur yakni 24,11 persen, lalu apa tugasnya selama ini,” ungkapnya, Kamis (22/2/2018).

Menurutnya, Kabupaten Sampang perlu penguatan ekonomi masyarakat untuk bisa menimbulkan wirausahawan baru sehingga
terciptanya percepatan dan pemerataan pembangunan ekonomi daerah.

Selain masalah kemiskinan, lanjut Tamsul, persoalan amburadulnya penataan aset daerah seperti pengelolaan BUMD, mutu pendidikan yang sangat rendah, buruknya pelayanan kesehatan serta pelayanan publik, dan tingginya tingkat buta huruf.

Untuk itu, aktifis anti korupsi di Sampang ini menilai pemerintahan Fadhilah Budiono gagal menjalankan kinerja birokrasi yang sehat, bermartabat, dan melayani, sesuai dengan visi misi Al-Falah (A. Fannan Hasib dan Fadhilah Budiono).

“Dari semua visi misi yang dicanangkan pemerintahan Al-Falah saat Pilkada 2012 itu tidak sesuai alias gagal,” kata Tamsul.

Dirinya menjelaskan, dalam menelaah visi misi pemerintahan Fadhilah untuk menciptakan birokrasi yang sehat dan bermartabat sangat jauh dari harapan.

Pertama, tolak ukur birokrasi yang sehat akan menempatkan posisi jabatan masing-masing lini disesuaikan dengan kemampuan dan pengalaman. Tentu semua orientasi itu ditujukan melalui kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kedua, pemerintahan yang bermartabat diukur dari hasil kinerja birokrasi dalam memberikan pelayanan yang maksimal. Namun hal ini tercoreng setelah adanya operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang menyeret 21 ASN di lingkungan Pemkab Sampang.

“Ini salah satu bukti pemerintahan Fadhilah itu birokrasi yang sarang korupsi, dalam sisa waktu enam bulan masa jabatannya sudah tiga kali mutasi pejabat, sudah pasti ada jual beli jabatan, termasuk kasus pungli itu, jadi itu bukan dalam rangka mencapai target kinerja pemerintahan Al-Falah,” terangnya.

Tamsul menyatakan, banyaknya kebobrokan kinerja pemerintahan di Sampang ini berdampak pada enggannya investor untuk berinvestasi. Maka, pekerjaan yang harus diselesaikan oleh jabatan Bupati dan Wakil Bupati selanjutnya hasil Pilkada 2018 harus membenahi birokrasi yang sehat dan bersih, membangun pola kerja yang visioner.

“Nanti outputnya prestasi kerja, semua ini demi membangun Kabupaten Sampang,” katanya.

Sementara Bupati Sampang Fadhilah Budiono, mengakui pemerintahannya masih banyak kegagalan dan menyisakan pekerjaan. Yang jelas, pihaknya akan terus berupaya memperbaiki dan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kita memang belum maksimal menyelesaikan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, tapi kita terus yakin dapat menyelesaikan ini,” tutur Fadhilah.

Dirinya menyatakan bahwa mutasi jabatan beberapa waktu lalu sudah sesuai dengan aturan yang ada setelah ada persetujuan dan diberi kewenangan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemedagri). Mengingat, kondisi ASN di Sampang banyak yang memasuki masa pensiun.

“Jadi bukan hanya untuk jual beli jabatan atau kepentingan persorangan mutasi itu, karena begitu kondisinya, soal ada pungli masalah biasa kok itu hanya karena OTT kecil-kecilan,” tandasnya.

Sekedar diketahui, Fadhilah Budiono menjadi Bupati Sampang periode 2013-2018. Ia menggantikan posisi A Fannan Hasib karena berhalangan tetap atau meninggal dunia dan dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Surabaya pada Kamis 6 Juli 2017 lalu.

Fadhilah juga pernah dua kali sebagai Bupati Sampang yakni periode 1995-2001 dan 2001-2006. Pada Pemilihan Bupati Sampang Tahun 2013, ia terpilih sebagai wakil bupati mendampingi A Fannan Hasib.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.